Mata Banua Online
Sabtu, Maret 28, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Dishut Kalsel Terus Gelorakan Gerakan Revolusi Hijau

by Mata Banua
23 Januari 2024
in Pemprov Kalsel
0

 

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan melalui Dinas Kehutanan (Dishut) setempat akan terus menggelorakan gerakan revolusi hijau sebagai upaya menjaga kelestarian serta keseimbangan sumber daya alam yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Berita Lainnya

Sekdaprov Kalsel Sidak ke Sejumlah SKPD Pemprov Kalsel

Sekdaprov Kalsel Sidak ke Sejumlah SKPD Pemprov Kalsel

26 Maret 2026
Gubernur Kalsel Sampaikan LKPj Tahun Anggaran 2025

Gubernur Kalsel Sampaikan LKPj Tahun Anggaran 2025

26 Maret 2026

Hal tersebut sesuai instruksi Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor yang memang terus memasifkan gerakan revolusi hijau yaitu menanam, menanam dan menanam untuk anak cucu nantinya.

Kepala Dishut Provinsi Kalsel, Hj Fathimatuzzahra mengatakan, pihaknya melakukan pemeliharaan sengon dan penyulaman tanaman jenis Euqalyptus dan Tabebuya bersama Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Dishut Provinsi Kalsel, di Areal Forest City Perkantoran Gubernur Kalsel.

“Ada 350 bibit jenis Tabebuya dan Eucalyptus berhasil ditanam untuk mengganti beberapa tanaman yang mati. Dilihat, Eucalyptus itu merupakan tanaman kayu putih yang jenis tanamannya dikenal dengan penghasil kayu putih yang banyak dihasilkan dari daunnya dan Tabebuya dikenal sebagai pohon penghijauan yang mempunyai bunga yang indah,” kata Fathimatuzzahra, di Banjarbaru, Selasa (23/1).

Dijelaskan Fathimatuzzahra, aksi pemeliharaan dan penyulaman tanaman memang rutin dilakukan untuk menjamin keberhasi­lan tanaman dan dapat menggerak­kan budaya menanam pada masyarakat.

“Keberhasilan penanaman dilihat dari kondisi tegakan yang mempunyai kualitas baik dan sesuai dengan tujuan penanaman­nya,” tutur Fathimatuzzahra.

Fathimatuzzahra pun mengatakan, penanaman itu bukan hanya penghijauan semata tetapi dapat memperbaiki lingkungan, iklim dan memperbaiki perekonomian masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menggelorakan gerakan revolusi hijau secara berkelanjutan dan menanamkan kesadaran bahwa setiap batang pohon yang ditanam adalah wujud kepedulian terhadap lingkungan,” terang Fathimatuzzahra. MC Kalsel/ar/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper