
BANJARMASIN – Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin melalui Bidang Sungai, meluncurkan sistem pengintegrasian stasiun telemetri atau Grasi Istri sebagai sistem pelayanan publik deteksi dini bencana banjir.
Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Banjarmasin, Hizbul Wathony mengatakan sistem tersebut dibuat untuk deteksi banjir sedini mungkin, agar pengalaman banjir di tahun 2021 lalu tak lagi terulang.
“Grasi Istri” menjadi layanan publik untuk informasi deteksi banjir, serta menjadi peringatan dini bencana banjir di Kota Banjarmasin.
Sistem itu diharapkan mampu memberikan akses informasi kepada masyarakat lewat suara, situs web dan pesan singkat.
“Intinya aksi perubahan ini langkah awal dalam membangun sistem informasi peringatan dini banjir,” kata pria yang akrab disapa Thony itu, Selasa (12/12).
Thony menjelaskan sistem itu bekerja dengan menggunakan data yang diintegrasikan antara data stasiun telemetri model banjir dan aktualisasi banjir di lapangan.
Kemudian sistem akan memadukan sensor tinggi muka pada stasiun telemetri dengan dampak tinggi muka air yang terjadi.
“Ketika ketinggian muka air telah mencapai ketinggian batas tertentu, maka sistem langsung memberikan peringatan,” imbuhnya.
Sensor selanjutnya akan membaca dan hasilnya akan ditampilkan di web yang dapat diakses di berbagai device (laptop, smartphone, maupun ke depan ada papan running teks yg dipasang di sudut-sudut kota.
Menurutnya, Kota Banjarmasin telah memiliki 3 stasiun telemetri, yakni stasiun pengukuran tinggi muka air pasang dan surut sungai dan pengukuran curah hujan.
Adapun tiga stasiun itu masing-masing ada di bagian hulu atau di daerah Sungai Gampa, di bagian tengah kota ada di samping Menara Pandang dan di bagian hilir Kota Banjarmasin atau di Sungai Barito Kelurahan Mantuil. via

