
BARABAI – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Disporapar HST) mengimbau pemilik dan pengelola objek wisata untuk mewaspadai potensi banjir saat musim hujan berintensitas tinggi.
“Saat ini Kalsel sudah memasuki musim hujan, jadi kami imbau agar pemilik wisata waspada kemungkinan terjadinya banjir,” ucap Pelaksana Tugas Kepala Disporapar HST Muhammad Ramadlan, Senin (11/12).
Ia juga meminta setiap pengelola tempat wisata yang berada di bantaran Sungai Meratus agar mengeluarkan prosedur standar operasi kewaspadaan terhadap banjir.
Berdasarkan pengamatan dan informasi yang ada di lapangan terutama tempat wisata, seperti di Desa Baru Pulau Mas dan Riam Bajandik, terganggu selama dua hari akibat banjir pada 7 dan 8 Desember lalu.
Masyarakat bersama dengan karang taruna dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) bergotong-royong membersihkan sampah akibat banjir dan lainnya.
“Alhamdulillah, aktivitas untuk wisata dapat pulih kembali. Semoga nanti curah hujan tidak sampai mengakibatkan banjir di wilayah pegunungan Meratus, Kecamatan Batu Benawa ini,” ucapnya.
Diketahui, objek wisata alam Kali Benawa Hulu Sungai Barabai, sudah beraktivitas kembali usai terdampak banjir pada Kamis (7/12).
Seperti dilansir Antara Kalsel, terdapat delapan objek wisata yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Kali Benawa yang rawan banjir saat musim hujan.
Namun, satu objek wisata alam Kali Benawa yang tidak rentan terkena banjir, yakni Banyu Panas (air panas) Datar Laga Timan, Kecamatan Hantakan, karena berada pada dataran tinggi atau tidak masuk daerah aliran sungai.
Objek wisata alam yang berada di daerah aliran Kali Benawa tersebut, yakni Taman Rekreasi Pagat atau Gunung Batu Benawa, Pulau Lampam, Goha atau Goa Limbuhang, Riam Bajandik, dan Pulau Emas.
Sementara, objek wisata yang masuk wilayah Kecamatan Hantakan, yakni Manggasang, Batu Bagapit dan Banyu Panas Datar Laga Timan.
“Alhamdulillah, banjir pada 7 Desember lalu tidak sedahsyat Januari 2021 yang memporak-porandakan sarana prasarana objek wisata Pulau Emas,” ujar pengelola objek wisata Pulau Emas Eddy.
Eddy mengatakan, tempat rekreasi tersebut sempat terkena lumpur banjir pada Kamis lalu, sehingga warga dan pengelola objek wisata membersihkan dengan air. ant

