BANJARMASIN – Pembangunan sekolah menengah kejuruan (SMK) menjadi salah satu aspirasi utama warga Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, saat anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Ilham Noor, melaksanakan kegiatan reses bersama masyarakat RT 10 dan RT 11, Sabtu (7/11) siang.

Warga menilai keberadaan SMK di kawasan Mantuil sangat diperlukan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan keterampilan generasi muda agar mampu bersaing mendapatkan pekerjaan di kawasan industri setempat.

Ilham Noor mengatakan, pembangunan SMK menjadi kebutuhan mendesak karena selama ini lulusan SMP dan sederajat di Mantuil harus menempuh jarak sekitar 4–5 kilometer untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau SMK.

Menurutnya, keberadaan sekolah kejuruan juga penting mengingat Mantuil merupakan kawasan industri yang memiliki sejumlah perusahaan besar. Namun, kesempatan kerja bagi warga setempat masih terbatas akibat kurangnya keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

“Dengan adanya SMK, kita berharap kualitas keterampilan anak-anak di Mantuil bisa meningkat sehingga mereka memiliki peluang lebih besar untuk terserap di perusahaan-perusahaan sekitar,” ujar Politisi Partai Gerindra.

Selain pendidikan, Ilham juga menerima aspirasi terkait peningkatan infrastruktur jalan di kawasan Kuin Kacil. Jalan di wilayah tersebut perlu ditinggikan karena kerap terendam saat banjir rob, sehingga menghamat aktivitas dan akses transportasi masyarakat.

Sementara itu, Ketua LPMK Kelurahan Mantuil, H. Hamdani, menyampaikan tiga persoalan utama yang membutuhkan perhatian pemerintah, yakni pembangunan jembatan beton, peninggian jalan di Kuin Kacil, serta pembangunan SMA atau SMK di Mantuil.

Ia menjelaskan, masih terdapat jembatan berbahan kayu ulin yang dinilai perlu ditingkatkan menjadi jembatan beton agar lebih layak dan menunjang mobilitas warga.

Terkait kebutuhan sekolah, Hamdani mengungkapkan, setiap tahun terdapat sekitar 360 lulusan SMP dan madrasah tsanawiyah (MTs) di Kelurahan Mantuil. Namun, mereka harus melanjutkan pendidikan ke sekolah yang lokasinya cukup jauh dari tempat tinggal.

Padahal, Mantuil merupakan kawasan industri terpadu dengan lima perusahaan besar. Salah satunya SBI yang memiliki sekitar 1.200 karyawan. Namun, berdasarkan pendataan pihaknya, pekerja yang berasal dari warga Mantuil hanya sekitar 135 orang.

“Ketika kami tanyakan, perusahaan menyampaikan bahwa keterbatasan sumber daya manusia dan keahlian menjadi salah satu kendala. Karena itu, kami berharap ada SMK atau SMA di Mantuil agar anak-anak memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.

Hamdani berharap aspirasi tersebut dapat diperjuangkan Ilham Noor dan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Kalsel. Terlebih, menurutnya, masyarakat telah memiliki lahan sekitar dua hektare yang berpotensi dimanfaatkan untuk pembangunan sekolah.

Ia berharap pembangunan fasilitas pendidikan tersebut dapat membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda Mantuil untuk memperoleh pendidikan lanjutan sekaligus meningkatkan peluang kerja di daerah sendiri.rds