BANJARMASIN – Upaya mewujudkan Banjarmasin sebagai kota pariwisata terus dilakukan. Pemko Banjarmasin melalui Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata ( Diabuporapar) Kota Banjarmasin menata dan merevitalisasi kawasan publik Siring Menara Pandang dan Alun-Alun Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kamboja.

Penataan dilakukan agar kawasan lebih tertib, nyaman, dan menarik, yang nantinya bisa menghasilkan nilai jual untuk optimalisasi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin Ibnu Sabil, mengatakan saat ini tahap awal difokuskan pada Siring Menara Pandang dengan melakukan penataan PKL.

“Penataan ini kami lakukan agar fungsi trotoar atau pedestrian bagi pejalan kaki tetap terjaga dan masyarakat bisa menikmati suasana ruang public,” ujarnya di Banjarmasin, Jumat (30/10).

“Kami juga menyiapkan agar di sana ada tempat untuk food court yang lebih representatif di samping Menara Pandang, lengkap dengan atap dan fasilitas pendukung lainnya,” tambah Ibnu Sabil.

Menurutnya, dengan menyediakan space khusus untuk stan kuliner yang terpusat akan membuat kawasan publik di siring lebih tertata, nyaman dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung menikmati suasana sungai.

Selain PKL, Rumah Anno di Siring Menara Pandang tetap dipertahankan sebagai aula kegiatan masyarakat, namun akan dilengkapi fasilitas barista dan pelayanan minuman agar lebih optimal.

Sementara, Taman Kamboja disiapkan menjadi pusat rekreasi, hiburan, dan olahraga bagi keluarga. Tentunya Taman Kamboja juga akan diperbaiki sejumlah infrastruktur dan ditambah beberapa fasilitas penunjang yang bisa dimanfaatkan warga.

“Kami berharap Siring Menara Pandang dan Alun-Alun Taman Kamboja dapat semakin representatif sebagai destinasi wisata perkotaan sekaligus ruang publik yang nyaman bagi masyarakat,” harapnya. via