BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mengalokasikan anggaran sekitar Rp7 miliar untuk pembangunan drainase sepanjang 2,3 kilometer pada 2026.
Sejumlah ruas jalan menjadi prioritas guna meningkatkan fungsi saluran dan mengurangi potensi genangan.
Beberapa lokasi yang masuk dalam rencana pembangunan di antaranya Jalan KS Tubun, Jalan Madang Teluk Dalam, Jalan Ratu Zaleha, Kelayan, dan Jalan Saka Permai.
Kabid Drainase PUPR Kota Banjarmasin Harwita Oktania mengatakan, pengerjaan drainase di Jalan KS Tubun telah rampung, namun belum menjangkau seluruh ruas jalan dan baru sampai di sekitar Kantor Satpol PP Banjarmasin.
“Kelanjutan pengerjaan drainase di kawasan tersebut direncanakan pada 2027,” kata Harwita, Selasa (27/10).
Sementara, pembangunan drainase di Jalan Madang Teluk Dalam akan disambungkan dengan pekerjaan di kawasan Jafri Zam-zam yang saat ini masih berproses. Penyambungan saluran diharapkan membuat sistem drainase lebih terintegrasi.
Selain kedua lokasi tersebut, Jalan Saka Permai juga menjadi perhatian dalam pembangunan drainase tahun ini.
Menurut Harwita, pembangunan drainase tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelancaran aliran air, terutama saat hujan deras.
“Drainase yang dibangun ini merupakan skala prioritas mengingat anggaran terbatas,” ujarnya.
Ia mengakui banyak laporan masyarakat yang masuk meminta perbaikan drainase. Namun pihaknya kadang terbentur pembagian wilayah dan kewenangan jalan.
“Kami kadang terbentur dengan pembagian wilayah dan kewenangan jalan, sehingga sulit jika jalan tersebut bukan bagian dari jalan kota, misalnya jalan nasional atau provinsi karena hal itu berbenturan dengan UU tentang jalan,” jelasnya.
Untuk progres pekerjaan konstruksi drainase tersebut, diperkirakan telah mencapai 75 persen dengan target penyelesaian November 2026. via
