JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan subsidi Rp600 miliar pada 2026-2027 untuk penanaman ja­gung seluas 300 ribu hektare guna me­ma­sok kebutuhan pakan peternak ayam Pe­me­rintah akan menghubungkan peternak de­ng­an petani jagung melalui koperasi agar pa­sokan bahan baku pakan tersedia dengan har­ga lebih terkendali.

Amran mengatakan, anggaran tersebut di­bagi masing-masing Rp300 miliar pada 2026 dan 2027. Dukungan diberikan untuk pen­yediaan pakan bagi usaha ayam petelur mau­pun pedaging.

“Kita subsidi sampai Desember, kami alo­kasikan anggaran 300 miliar untuk 300.000 hektare. Tahun depan kami berikan lagi 300 miliar, berarti 600 miliar,” kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Kebutuhan jagung dalam skema tersebut di­perkirakan mencapai 1,8 juta ton per ta­hun. Dengan asumsi produktivitas tujuh ton per hektare, lahan seluas 300 ribu hek­tare diproyeksikan menghasilkan 2,1 juta ton jagung.

Amran menjelaskan, peternak dan pe­ta­ni jagung akan dihimpun dalam koperasi un­tuk membangun sistem penyediaan pakan ya­ng terhubung. Melalui sistem tertutup atau clos­ed system, pasokan jagung berasal lang­sung dari petani yang bekerja sama de­ng­an peternak.

“Dari hulu kita membangun kelompok ta­ni bersama peternak, peternak dengan pe­tani jagung menjadi satu kesatuan. Mem­bentuk koperasi. Jadi tanam jagung sendiri, di­bantu oleh Pusat,” uar Amran.

Pemerintah menyiapkan Perum Bulog se­bagai pembeli siaga atau offtaker apabila pro­duksi melampaui kebutuhan peternak. Ber­dasarkan proyeksi tersebut, terdapat po­tensi kelebihan pasokan sekitar 300 ribu ton yang dapat diserap Bulog.

Jagung yang disimpan melalui Bulog da­pat dibeli kembali oleh peternak dengan du­ku­ngan subsidi saat membutuhkan tam­bah­an pasokan. Amran menyebut me­ka­nis­me itu menyerupai sistem resi gudang un­tuk menjaga ketersediaan baan baku pa­kan.

Selain jagung, pemerintah mengatur pe­ng­adaan bungkil kedelai atau soybean meal (SBM) melalui ID Food. Amran m­eng­a­ta­kan, harganya dipatok Rp8.630 per ki­lo­gram, sedangkan harga di tingkat pe­ng­u­sa­ha menurutnya mencapai Rp10 ribu hi­ng­ga Rp12 ribu per kilogram. “Kemudian ID Food untuk SBM, soybean meal itu ada­lah kita patok harganya, seperti se­ka­rang, 8.630, tidak boleh di atasnya. Itu diatur oleh pemerintah,” ujar Amran.

Kementerian Pertanian juga menyiapkan bantuan masing-masing 100 unit traktor, me­sin pengering, dan pompa air. Sarana ter­sebut akan diberikan kepada kelompok ya­ng terlibat dalam penyediaan jagung untuk pakan. rep/mb06