MARTAPURA – Ribuan santri dari 19 pondok pesantren di Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti Kirab Santri Nasional dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026.

Kirab di awali di Halaman Kantor Bupati Banjar, Martapura, Senin (26/10) malam, dengan dilepas Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea mewakili Bupati H Saidi Mansyur.

Para peserta menempuh rute Jalan Ahmad Yani menuju kawasan Keraton, Jalan Pangeran Abdurrahman dan Jalan Batuah, kemudian kembali ke Halaman Kantor Bupati Banjar.

Sekda Yudi Andrea mengatakan, kirab santri tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah perjuangan bangsa, melainkan juga momentum menanamkan semangat nasionalisme kepada generasi muda, khususnya kalangan santri.

“Para santri diharapkan mampu melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui penguasaan ilmu pengetahuan, penguatan akhlak, serta kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Yudi menjelaskan, Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober menjadi momentum refleksi bagi para santri untuk meneruskan semangat perjuangan ulama dan pendahulu bangsa.

“Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata melawan penjajah, saat ini semangat tersebut dapat diwujudkan melalui upaya melawan kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan zaman,” katanya.

Sementara, Wakil Ketua I Tanfidziyah NU Banjar Ahmad Jauhari menyampaikan, kirab santri merupakan kegiatan rutin tahunan yang tidak hanya bersifat seremonial, melainkan juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para santri dan peserta didik.

“Tujuannya agar mereka memahami perjuangan para pendahulu dan mampu mengikuti perkembangan zaman, dengan tetap mengamalkan nilai-nilai yang telah diwariskan,” jelasnya.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional, para peserta juga di ajak mengenang dan meneladani KH Hasyim Asy’ari, ulama sekaligus pejuang yang berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, serta memperjuangkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Kirab tersebut menjadi sarana syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah dan persaudaraan antarsantri, pondok pesantren, madrasah serta masyarakat.

Berbagai penampilan bernuansa islami yang ditampilkan peserta turut menarik perhatian warga di sepanjang rute. Antusiasme masyarakat menambah semarak kegiatan, sekaligus memperkuat kebersamaan dan persatuan.

Melalui kegiatan ini, semangat Hari Santri diharapkan terus mendorong para santri untuk menjaga nilai-nilai keislaman, melestarikan budaya lokal, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa. ril/dio/yos