BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan terus mendorong perlasan cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Pasalnya, sebut Gubernur H Muhidin, meskipun cakupan kepesertaan meningkat menjadi 48 persen pada 2026, lebih dari separuh pekerja di Kalsel masih belum terlindungi program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek).

Hal tersebut tertuang dalam sambutan Gubernur H Muhidin yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel, HM Syarifuddin saat menghadiri penganugerahan Jamsostek Award periode 2025 di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Senin (26/10).

Dalam kegiatan tersebut, Sekda Syarifuddin turut menyerahkan penghargaan kepada 12 penerima dari berbagai kategori, meliputi pemerintah daerah, pelaku usaha menengah dan besar, pelaku usaha mikro dan kecil serta pemerintah desa.

Gubernur H Muhidin menyebutkan cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kalsel mengalami peningkatan dari 42 persen pada tahun sebelumnya menjadi 48 persen pada 2026. Meski demikian, capaian tersebut masih menyisakan tantangan besar dalam memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja.

“Sebagaimana kita ketahui, cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kalimantan Selatan telah ditargetkan naik menjadi 48 persen pada tahun ini, dari 42 persen tahun sebelumnya,” kata H Muhidin.

Gubernur H Muhidin menegaskan, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat upaya perluasan kepesertaan agar semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan terhadap berbagai risiko pekerjaan.

Namun demikian, kata H Muhidin, perlu menjadi catatan bersama bahwa saat ini lebih dari setengah pekerja di Kalimantan Selatan masih beerja tanpa perlindungan Jamsostek.

Sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Syarifuddin mengajak pemerintah daerah, perusahaan, dan pemerintah desa untuk memperkuat komitmen dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Ia juga mendorong pemerintah daerah agar mengalokasikan anggaran untuk memberikan perlindungan kepada pekerja rentan, dengan mempertimbangkan kewenangan dan kemampuan keuangan masing-masing daerah.

“Saya meminta alokasi bagi pekerja rentan diperhitungkan dalam penyusunan anggaran daerah masing-masing, sesuai dengan kewenangan dan kemampuan keuangan daerah,” pesannya.

Selain dukungan pemerintah daerah, keterlibatan dunia usaha juga diniai penting. Perusahaan diharapkan berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) untuk membantu memberikan perlindungan jaminan sosial kepada pekerja rentan di sekitar wilayah operasionalnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan, drg Faizal Rachman mengatakan Jamsostek Award 2026 bukan sekadar seremoni pemberian penghargaan, melainkan bentuk apresiasi kepada para pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam memperjuangkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi dan sekaligus penghargaan tentunya buat seluruh stakeholder yang telah memperjuangkan sistem jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia,” ujarnya.

Faizal juga mengingatkan pentingnya penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk mencegah munculnya kemiskinan baru akibat berbagai risiko yang dihadapi pekerja, seperti kecelakaan kerja, kematian, memasuki usia tua, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Melalui Jamsostek Award periode 2025, BPJS Ketenagakerjaan berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat semakin kuat.

Dengan demikian, sebut Faizal, perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kalimantan Selatan dapat berjalan secara merata dan berkelanjutan.

Apresiasi Jamsotek Award periode 2025 untuk katagori kabupten dan kota di Kalsel, terbaik I Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), terbaik II, Kabupaten Balangan dan terbaik III, Kabupaten Tabalong.

Sedangkan untuk katagori perusahaan besar dan menengah terbaik I diraih PT Jhonlin Group dan untuk katagori UMKM, toko roti Min-sheng Banjarmasin.

Kegiatan penganugerahan Jamsostek Award periode 2025 antara lain dihadiri Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Kalsel, Irfan Sayuti, Bupati Tanbu, Andi Rudi Latif, Wakil Bupati Balangan, H Akhmad Fauzi, Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf. MC Kalsel/Jml/ani