BANJARMASIN – Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak masih terus dilakukan PAM Bandarmasih sejak terjadi krisis air bersih mulai Agustus 2026.

Hingga kini pasokan air baku mengandalkan intake Sungai Lulut dan Pematang Panjang, sedangkan intake Sungai Bilu dihentikan pengambilan air karena kadar air garam mencapai 5.600 m3/jam.

Penyaluran distribusi air melalui pipa menghambat wilayah ujung pelayanan sehingga penyaluran melalui tangki dilakukan setiap hari hingga dini hari.

Direktur Utama PAM Bandarmasin Zulbadi mengatakan, dalam sehari, petugas melakukan lebih dari 50 kali pengantaran air kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan hingga pukul 00.00 dini hari, guna memenuhi kebutuhan warga di tengah kondisi distribusi air yang belum sepenuhnya normal.

“Rata-rata 50 titik yang kami antarkan air tangki setiap hari, bahkan sampai pukul 12 malam atau pukul 00.00 Wita tetap kami layani,” ujar Zulbadi, Selasa (13/10).

Selain mengerahkan petugas untuk mendistribusikan air, pihak manajemen juga melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Sebanyak 21 armada tangki yakni 6 tangki PAM Bandarmasih, 4 kendaraan modifikasi serta 11 tangki bantuan damkar bergantian mengisi 100 tandon yang tersebar di kota Banjarmasin. “Terbanyak permintaaan air di wilayah Barat karena wilayah terdampak tinggi,” ujarnya.

Selain itu, proses distribusi didampingi langsung oleh Direktur Umum untuk melihat kondisi masyarakat, sedangkan Direktur Operasional mengatur sistem jaringan agar penyaluran air dapat berjalan sesuai kondisi di lapangan.

Meski distribusi terus dilakukan, masih terdapat keluhan masyarakat terkait wilayah yang belum mendapatkan pasokan air.

PAM Bandarmasih berharap masyarakat yang masih mengalami kesulitan air dapat menyampaikan informasi mengenai kondisi wilayahnya agar segera ditindaklanjuti.

“Kalau informasi itu sampai kepada kami, insyaallah akan kami tindak lanjuti,” ujarnya

Pihaknya juga akan memberikan kompensasi pada pelanggan terdampak penyaluran air bersih.”Kami juga melanjutkan arahan pak walikota untuk mengkaji dan menghitung kompensasi kerugian masyarakat selama krisis air bersih. “Secepatnya kami siapkan datanya sehingga bisa dilakukan RUPS agar bisa menghitung kompensasi untuk pelanggan terdampak,” tutupnya. via