JAKARTA – Disparitas harga ayam dan telur di tingkat produsen dan konsumen menjadi sorotan di tengah keluhan peternak yang merasa dirugikan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut harga di tingkat produsen berada di bawah harga pokok produksi (HPP) yang ditetapkan pemerintah, tetapi harga di tingkat konsumen justru melonjak.
Amran menyoroti kondisi tersebut saat ditemui di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta. Dia menduga terdapat permainan harga oleh perantara atau middleman yang menyebabkan peternak tidak memperoleh harga yang layak, sedangkan konsumen harus membayar lebih mahal.
“Ini yang paling menonjol. Harga di produsen di bawah HPP ketentuan pemerintah. Karena harga rendah, peternaknya demo. Tapi dalam waktu bersamaan konsumen juga berteriak,” kata Mentan.
Dia mencontohkan harga ayam yang berada di kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu di tingkat produsen, sedangkan di tingkat konsumen bisa mencapai Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu. Menurut dia, selisih harga tersbut perlu ditelusuri karena merugikan peternak sekaligus membebani konsumen.
Amran mengatakan, peternak sebelumnya menggelar demonstrasi pada 9 Oktober. Dia kemudian mengundang para peternak ke DPR untuk mendengarkan persoalan yang mereka hadapi, termasuk rendahnya harga jual hasil produksi.
“Ribuan kemarin demo peternak tanggal 9. Di DPR kami undang, hari libur kami undang, apa masalahnya? Harganya 20 ribu, 21 ribu. Tetapi di konsumen, bisa sampai 40 ribu, 45 ribu,” ujarnya.
Menurut Amran, disparitas harga tersebut menjadi persoalan karena produksi ayam dalam negeri disebut mengalami surplus, bahkan telah mampu memenuhi kebutuhan ekspor. Namun, kondisi itu belum tercermin pada harga yang dibayar konsumen di pasar domestik.
Dia menduga rantai distribusi menjadi salah satu titik yang perlu diperiksa untuk mengetahui penyebab tingginya harga di tingkat konsumen. Amran menegaskan, persoaan tersebut tidak akan selesai apabila praktik permainan harga yang dia curigai masih berlangsung.
Amran menyatakan telah menyurati Kapolri untuk mengoordinasikan penanganan dugaan praktik tersebut. Dia juga meminta dukungan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian agar penanganannya dapat dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi.
Amran menegaskan, penanganan persoalan harga perlu memperhatikan kepentingan peternak sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen. rep/mb06
