JAKARTA – Perum Bulog memproyeksikan penyerapan be­ras dalam negeri dapat melampaui target yang di­be­rikan oleh pemerintah hingga mencapai 130 persen men­jelang akhir tahun.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan ca­pai­an serapan beras saat ini bahkan su­dah menembus angka 102 persen atau le­bih dari 4 juta ton

“Kenapa saya sampaikan bisa ter­ja­di? Karena sekarang serapan Bulog itu sudah tercapai 100 persen, yaitu le­bih dari 4 juta ton, yaitu sekitar 102 per­sen di hari ini. Ini belum sampai De­sember. Nanti kalau sampai De­sem­ber estimasi kami, itu bisa sampai130 per­sen dari target yang diberikan oleh Ba­pak Presiden,” ujar Rizal saat di­te­mui di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut, Rizal menyampaikan ke­berhasilan serapan yang masif ini ti­dak lepas dari keberpihakan pemerintah ter­hadap sektor pertanian. Ia menyebut sa­lah satunya melalui kepastian ke­bi­jak­an dan penetapan harga pembelian ga­bah kering panen (GKP) di tingkat pe­tani sebesar Rp6.500 per kilogram (kg).

Ia menekankan kebijakan harga ter­sebut memastikan seluruh gabah petani ter­serap dengan baik oleh Bulog dan ti­dak ada lagi yang jatuh di awah harga ke­tentuan. “Sehingga tidak ada lagi har­ga-harga di pasaran di seluruh sawah se­luruh Indonesia ini yang harganya di­jual di bawah Rp6.500. Jadi, se­mua­nya minimal Rp6.500 dan itu dibeli oleh Bulog,” tegas Rizal.

Karena itu, Bulog optimis target swa­sembada pangan berkelanjutan da­pat terus dipertahankan untuk mem­per­ko­koh stabilitas ekonomi dan ketahanan pa­ngan nasional ke depan.

“Oleh karena itu, kemungkinan be­sar swasembada pangan ber­ke­lan­jut­an itu sangat mungkin terjadi tahun 2026 ini. Itu adalah mungkin kado ter­baik 2 tahun pemerintahan Bapak Pre­si­den,” tandasnya.

Terpisah, Menteri Pertanian (Men­tan) Andi Amran Sulaiman me­ng­ing­at­kan kondisi Indonesia yang memasuki pe­riode bulan kritis pasokan, ber­la­ng­sung sejak September hingga Desember men­datang. Kndisi ini berpotensi me­me­ngaruhi produksi jagung.

Untuk mengantisipasi tekanan pro­duksi jagung pakan pada bulan kritis, Amran menginstruksikan Perum Bulog me­ngamankan stok jagung pakan secara ma­sif guna menjamin kelangsungan usa­ha para peternak ayam petelur.

“Bulog menjaga di stoknya harus 250 ribu ton itu pada bulan-bulan kritis, yai­tu September, Oktober, November, De­sember. Ini dijaga stoknya kita minta 250 ribu ton,” ujar Amran.

Selain memastikan cadangan di gu­dang Bulog, Kementerian Pertanian juga me­ngucurkan bantuan benih jagung gra­tis untuk lahan seluas 20 ribu hektare ya­ng dikelola oleh petani binaan ko­pe­rasi peternak.

Untuk memberikan kepastian pasar, Bu­log ditugaskan untuk hadir sebagai pen­yerap (off-taker) hasil panen lahan bi­naan tersebut apabila sewaktu-waktu ter­jadi kelebihan pasokan (oversupply). cnn/mb06