BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan melalui dinas kesehatan kota menurunkan tim kesehatan untuk melayani para petugas dan relawan yang berjibaku di lapangan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Yanuar Diansyah di Banjarmasin, Rabu, menyampaikan, sesuai instruksi wali kota, pihaknya membentuk tim kesehatan untuk mendukung para pejuang di lapangan menghadapi karhutla.
Menurut dia, tim kesehatan ikut bergabung dengan Tim Siaga memberikan pemeriksaan kesehatan kepada petugas di posko Induk maupun tiga pos lapangan, disertai pemberian vitamin dan masker.
“Dengan semangat sehat untuk berjuang, Dinkes Banjarmasin terus berupaya memastikan para petugas dan relawan dalam kondisi sehat dan prima saat menjalankan misi kemanusiaan dalam penanganan karhutla,” paparnya.
Yanuar menyatakan, pihaknya juga menyiagakan ambulan dan tempat kesehatan seperti puskesmas untuk penanganan darurat terkait karhutla ini.
“Kami meminta petugas ataupun relawan di lapangan untuk terus berhati-hati, jaga kesehatan, selalu pakai masker, apalagi asap cukup pekat di wilayah karhutla,” ujarnya.
Sebagaimana disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin Husni Thamrin, kejadian karhutla memasuki Oktober ini meningkat.
Karenanya, pihaknya mendirikan tiga pos lapangan di wilayah Pemurus Dalam, Sungai Andai, dan Sungai Lulut. Ketiga pos tersebut diperkuat personel gabungan dan beroperasi selama 24 jam dalam dua shift.
Personel yang terlibat terdiri atas BPBD Kota Banjarmasin, Damkar Pemko Banjarmasin, Damkar Swakarsa, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
“Kita memperkuat penanganan karhutla ini tidak hanya melalui darat, namun juga lewat udara yang didukung operasi water bombing oleh Pemprov Kalsel,” ujarnya.
Tim Siaga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta tidak membakar sampah dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Masyarakat yang melihat titik api diminta segera melaporkannya agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat. ant
