JAKARTA – Bank Indonesia (BI) men­ca­tat realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Ru­mah (KPR) komersial baru berhasil men­ca­pai 115.927 unit dengan nilai pembiayaan me­nembus Rp68,35 triliun sepanjang pe­ri­o­de April 2025 hingga Juli 2026.

Gubernur BI, Destry Damayanti men­jelaskan, capaian itu terdorong oleh efek­ti­vi­tas implementasi Kebijakan Insentif Li­ku­iditas Makroprudensial (KLM) yang di­ku­curkan otoritas moneter guna merangsang per­t­umbuhan sektor properti dan perumahan na­sional. “Melalui penguatan KLM, pe­ni­ng­katan insentif dari 4% menjadi 6% turut men­dorong penyaluran KPR komersial ba­ru. Pada periode April 2025 hingga Juli 2026, penyaluran KPR komersial baru men­ca­pai 115.927 unit dengan total nilai Rp68,35 triliun,” ujar Destry dalam ke­terangan resmi.

Destry memaparkan bahwa per Sep­tem­ber 2026, total insentif KLM BI telah di­naikkan menjadi 6%, terdiri atas KLM pem­biayaan sebesar 4% dan KLM pen­da­laman pasar uang sebesar 2%.

Untuk alokasi sektor perumahan, real es­tate, dan konstruksi, plafon KLM di­te­tap­kan hingga sebesar 1,4% dari total Dana Pi­hak Ketiga (DPK) perbankan nasional.

Saat ini, pemanfaatan insntif likuiditas di sektor perumahan tercatat baru menyerap se­kitar 1,32% dari total DPK, sehingga ma­sih menyisakan ruang pelonggaran untuk di­optimalkan industri perbankan.

“Untuk sektor perumahan, real estate, dan konstruksi, plafonnya sebenarnya 1,4% da­ri total DPK. Yang terjadi sekarang se­ki­tar 1,32%, jadi sebenarnya masih ada 0,08% yang masih bisa dioptimalkan,” tam­bah Destry. Di samping skema KLM, Bank In­do­nesia juga memperkuat dukungan pem­bi­a­ya­an melalui kebijakan pelonggaran Loan to Value/Financing to Value(LTV/FTV) hi­ngga 100% serta penguatan Rasio Pe­m­bi­ayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) ba­gi perumahan rakyat.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Ka­wasan Permukiman (PKP), Maruarar Si­rait, mengapresiasi dukungan penuh otoritas mo­neter dalam memperkuat ekosistem peru­mahan yang memicu multiplier effect bagi perekonomian nasional.

Pemerintah optimistis koordinasi era ber­sama BI akan mampu memperluas akses hu­nian terjangkau bagi masyarakat sekaligus mem­buka lapangan kerja baru di sektor pe­ru­mahan dan industri manufaktur pen­du­ku­ngnya.

“Presiden melihat perumahan ini bisa men­jadi penggerak ekonomi. Saya merasa ti­dak sendirian karena Bank Indonesia mem­­b­erikan dukungan melalui kebijakan-ke­bi­jakannya,” pungkas Maruarar. bisn/mb06