35 Tahun Menanti Akhirnya Angkat Trofi

Jakarta – Timnas Indonesia berkali-kali kalah dalam adu penalti pada laga final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sejak terakhir kali juara SEA Games 1991 di Filipina. Kutukan tersebut akhirnya sirna di FIFA ASEAN Cup 2026.

Sejak Indonesia merebut emas SEA Games 1991, Timnas Indonesia sebenarnya punya kesempatan untuk meraih gelar juara. Bahkan beberapa kesempatannya terjadi saat bertanding di GBK.

Momen itu ada di SEA Games 1997. Saat itu, SEA Games masih untuk timnas senior. Timnas Indonesia lolos ke final SEA Games 1997 dan berhadapan dengan Thailand.

Dalam final tersebut, Thailand unggul lebih dulu lewat Chaichan Kiewsen. Namun Kurniawan Dwi Yulianto kemudian berhasil menyamakan kedudukan.

Skor 1-1 terus bertahan hingga laga akhirnya ditentukan lewat adu penalti. Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 2-4.

Lima tahun berselang, Timnas Indonesia kembali menghadapi Thailand di SUGBK. Kali ini, duel tersebut digelar dalam laga final Piala AFF.

Timnas Indonesia tertinggal dua gol di babak pertama namun bisa menyamakan skor jadi 2-2 lewat gol Yaris Riyadi dan Gendut Doni di babak kedua. Sayangnya, Timnas Indonesia kembali tak berdaya dalam drama adu penalti. Skor 4-2 kembali untuk keunggulan Thailand.

Selain dua kekalahan itu, sebenarnya ada kekalahan lain lewat adu penalti. Momen itu ada pada final SEA Games 2011 yang sudah memberlakukan timnas kelompok umur.

Saat itu Timnas Indonesia kalah 3-4 dari Malaysia dalam drama adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak extra time usai.

Segala kutukan itu akhirnya bisa dihentikan di FIFA ASEAN Cup 2026. Duel Indonesia vs Thailand harus ditentukan lewat adu penalti setelah imbang 2-2 selama 120 menit.

Dalam adu penalti, empat eksekutor Timnas Indonesia yaitu Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Sedangkan tendangan Sarach Yooyen membentur tiang dan tembakan Nattapong Sayriya bisa dibendung Emil Audero.

Kondisi itu membuat Timnas Indonesia akhirnya bisa memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Hal itu juga sekaligus mengakhiri kutukan kalah penalti pada final di SUGBK.

Presiden RI Prabowo Subianto mengaku bangga dengan kemenangan bersejarah Timnas Indonesia usai mengalahkan Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (5/10) malam.

Prabowo menyebut kemenangan Timnas Indonesia atas Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 bersejarah karena kali pertama Tim Merah Putih berhasil merebut gelar pertandingan turnamen FIFA.

“Saya kira membanggakan, dan ini contoh ya, contoh semangat tidak mengenal menyerah. Dan kita bisa berhasil, dan ini mungkin pertama kali dalam sejarah ya, kita menang pertandingan FIFA antarbangsa,” kata Prabowo usai laga final.

Timnas Indonesia menang dramatis adu penalti 4-2 atas Thailand. Indonesia sempat tertinggal 1-2 saat babak tambahan meski Thailand bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-81.

Prabowo gembira dan bersyukur Timnas Indonesia akhirnya bisa menjadi juara setelah melalui perjuangan luar biasa.

“Ya, kita gembira, kita bersyukur, kita bangga perjuangan tim kita, ya. Mereka tidak menyerah sampai detik-detik terakhir,” ujar Prabowo.web