JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren kenaikan rata-rata harga beras secara umum di seluruh wilayah Indonesia pada periode September 2026. Kenaikan harga ini terjadi secara merata di seluruh rantai distribusi, yang meliputi tingkat penggilingan, grosir, hingga eceran.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan bahwa perubahan harga dasar di tingkat penggilingan menjadi salah satu pemicu utama.
“Rata-rata harga beras di penggilingan pada bulan September tahun 2026 naik 0,81% secara month-to-month-nya, dan naik 6,04% secara year-on-year-nya,” ujar Ateng dalam rilis data BPS, Kamis.
Berdasarkan data grafik BPS, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan tersebut secara nominal telah mencapai level Rp14.329 per kilogram. Kenaikan harga rata-rata ini turut didorong oleh pergerakan harga pada masing-masing kualitas beras. Ateng merinci, harga beras kualitas premium di penggilingan naik sebesar 0,81% secara bulanan dan melonjak 10,52% secara tahunan.
Di sisi lain, beras kualitas medium turut mengalami eskalasi dengan kenaikan 0,87% secara bulanan dan 4,72% secara tahunan. Kenaikan harga di tingkat pabrik atau penggilingan ini memberikan efek berantai pada inflasi di tingkat distributor. Ateng memaparkan bahwa inflasi beras di tingkat grosir pada bulan September tercatat sebesar 0,61% secara bulanan dan 4,93% secara tahunan.
Secara nominal, pergerakan ini mendorong harga rata-rata beras grosir ke posisi Rp14.992 per kilogram. Pada rantai distribusi akhir, beban kenaikan harga tersebut langsung dirasakan oleh konsumen.
BPS mencatat harga rata-rata beras di tingkat eceran menyentuh Rp15.769 per kilogram pada September 2026. “Untuk di tingkat eceran terjadi inflai sebesar 0,80% secara month-to-month, dan secara year-on-year-nya di tingkat eceran terjadi inflasi sebesar 3,73%,” papar Ateng.
Hal yang sama BPS juga mencatat harga beras kualitas premium di tingkat penggilingan mengalami lonjakan signifikan hingga menembus angka 10,52% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada September 2026.
Kenaikan di sektor hulu ini turut mengerek rata-rata harga beras nasional secara berantai hingga ke tingkat eceran.
Secara umum, pergerakan harga beras di tingkat penggilingan pada bulan September 2026 naik sebesar 0,81 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dan naik 6,04% secara tahunan. “Kalau kita pilah menurut kualitas beras di penggilingan, untuk beras premium naik secara month-to-month-nya 0,81%, dan beras premium secara year-on-year-nya naik 10,52%,” jelas Ateng. bisn/mb06
