JAKARTA – Meski harga beras menjadi dilemma bagi para pedagang di pasar-pasar kecil, namun kondisi stok terbilang aman. Di sisi lain, kondisi stok di toko ritel modern justru seret.
Salah satu toko ritel di kawasan Pisangan Baru, Jakarta Timur telah kehabisan stok beras selama dua bulan terakhir.
“Stok beras sudah dua bulan nggak ada. Jenisnya banyak, beras-beras premium seperti Raja, Sumo, dan Sania. Nggak tahu juga kenapa kosong,” kata Sidik (26 tahun), pegawai sebuah toko ritel di kawasan Pisangan Baru, Jakarta Timur.
Menurut pengakuan Sidik, stok beras tidak pernh kosong sebelum-sebelumnya. Bahkan kelebihan stok atau over stock. Berdasarkan celotehannya, kondisi stok yang kosong terjadi setelah ramai-ramai Makan Bergizi Gratis (MBG). “Sebelumnya nggak pernah kosong, malah lebih terus. Bisa dibilang sebelum ada MBG,” ungkapnya.
Ia berujar, ada banyak konsumen yang mengeluhkan kondisi stok beras kosong. Sebab, ada cukup banyak konsumen yang memiliki usaha warung kerapkali membeli beras di toko riel tersebut.
“Harapannya bisa normal lagi, soalnya penjualan (beras) lumayan tinggi, best seller. Beras kan kebutuhan pokok. Banyak juga konsumen yang punya toko kelontong membeli di sini beberapa kantong,” katanya.
Terpisah, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani membantah anggapan beras premium masih langka di jaringan ritel modern. Ia mengatakan Bulog menggelontorkan hampir 60 ribu ton beras premium ke pasar, termasuk melalui jaringan ritel seperti Alfamart dan Indomaret.
Rizal mengatakan pihaknya telah membuat perjanjian dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk memasok beras ke ritel modern. Ia juga menyebut telah mengecek langsung ketersediaan beras di sejumlah ritel di Semarang dan Kendal.
“Enggak, kita sudah produksi sesuai dengan permintaan, bahkan sudah buat perjanjian dengan teman-teman Aprindo. Semua riel-ritel modern kita dukung. Kemarin kami baru pulang dari Semarang, ngecek di Semarang. Bahkan di Kendal kami cek pabrik penggilingan kami yang di Semarang itu per hari bisa 30 ton (penyaluran beras),” ujar Rizal.
Ia menambahkan pengecekan dilakukan ke sejumlah jaringan ritel, termasuk Alfamart, Indomaret, hingga swalayan swasta lainnya. Menurutnya, beras premium produksi Bulog sudah tersedia di sejumlah ritel tersebut.
Rizal mengatakan penyaluran beras premium tersebut masih terus dikejar untuk memenuhi perintah pemerintah sebanyak 300ribu ton. Sebelumnya, sebanyak 110 ribu ton disebut telah disalurkan per 5 September.
Untuk mengejar tambahan pasokan, Bulog melibatkan sekitar 868 penggilingan padi yang mampu memproduksi beras premium. Penggilingan yang dilibatkan tidak hanya perusahaan besar seperti Wilmar dan Topi Koki, tetapi juga penggilingan kecil hingga menengah ke atas. cnn/mb06
