BANJARBARU – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Banjarbaru turut memperhatikan masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kota Banjarbaru.

Aksi nyata ditunjukkan DWP Kota Banjarbaru dalam menghadapi bencana karhutla ini dengan menyosialisasikan penanganan karhutla.

Sosialisasi yang digelar di Aula Gawi Sabarataan Balai Kota Banjarbaru, dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru Sirajoni mewakili Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby, Senin (28/9).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kaum perempuan di Banjarbaru, untuk mengambil peran strategis dalam menjaga keselamatan keluarga dan kelestarian lingkungan dari ancaman kebakaran.

Sekda Kota Banjarbaru Sirajoni menyampaikan apresiasi kepada DWP Kota Banjarbaru, atas inisiasi sosialisasi penanganan karhutla ini.

Menurutnya, penanganan kebakaran tidak bisa hanya mengandalkan tindakan saat api sudah berkobar, melainkan juga yang tidak kalah pentingnya adalah upaya mencegah potensi terjadinya kebakaran.

“Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun kesadaran untuk mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan keluarga masing-masing,” kata Sirajoni.

Ia juga menekankan pengetahuan mengenai pencegahan, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, serta tindakan darurat yang tepat, harus dikuasai semua pihak. Peran perempuan dan keluarga dinilai sangat strategis sebagai penggerak perubahan.

“Saya berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar, serta dapat memberikan manfaat untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran dan karhutla,” ujarnya.

Senada, Ketua DWP Kota Banjarbaru Atika Anggraini menegaskan, dampak karhutla sangat kompleks dan merugikan banyak sektor kehidupan masyarakat.

“Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya berkaitan dengan persoalan kerusakan lingkungan, namun juga mengganggu aktivitas harian, kesehatan, kenyamanan, dan perekonomian,” ucapnya.

Mengingat besarnya dampak tersebut, lanjut dia, DWP Kota Banjarbaru bersama organisasi wanita lainnya memegang posisi kunci sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat, yang mampu membangun kebiasaaan hidup peduli terhadap keselamatan dan lingkungan.

“Mari kita jadikan sosialisasi ini sebagai langkah bersama membangun keluarga yang lebih tanggap, lingkungan yang lebih aman, dan masyarakat Banjarbaru yang lebih peduli terhadap pencegahan kebakaran, khususnya karhutla,” katanya.

Sebelumnya, DWP Kota Banjarbaru juga telah memberikan bantuan kepada para relawan penanganan karhutla, dan menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di wilayah Kelurahan Mentaos.

Melalui kegiatan ini, DWP Kota Banjarbaru berharap para anggotanya mampu menjadi contoh teladan dalam menjaga lingkungan, dan agen edukasi peduli lingkungan secara berantai, dimulai dari rumah tangga hingga ke masyarakat luas demi Banjarbaru yang bebas dari dari karhutla dan bencana kabut asap. ril/dio/yos