JAKARTA – Harga pangan nasional di pasar tradisional pada Senin (28/9) secara umum mencatatkan tren kenaikan signifikan pada hampir seluruh komoditas utama. Peningkatan harga terjadi pada kelompok komoditas hewani, bumbu dapur, seluruh jenis beras, serta gula pasir.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per 28 September 2026, harga bawang merah ukuran sedang melonjak tajam 60,21% menjadi Rp60.000 per kilogram. Melengkapi kenaikan tersebut, harga bawang putih ukuran sedang melambung 53,65% menjadi Rp60.000 per kilogram. Pada kelompok beras, seluruh varian tercatat mengalami kenaikan serentak. Harga beras kualitas bawah I dan bawah II masing-masing melambung menjadi Rp17.000 per kilogram, naik 14,09% dan 15,65%.
Kenaikan juga terjadi pada beras kualitas medium I yang terangkat 14,46% menjadi Rp19.000 per kilogram, serta beras kualitas medium II yang naik 6,71% menjadi Rp17.500 per kilogram. Adapun, harga beras kualitas super I naik 8,94% menjadi Rp19.500 per kilogram, dan beras kualitas super II menguat 6,63% menjadi Rp18.500 per kilogram.
Pada kelompok hortikultura cabai, pergerakan harga terjadi cukup dramatis. Harga cabai merah keriting meroket 128,41% menjadi Rp160.000 per kilogram, cabai rawit merah melonjak 100% menjadi Rp190.000 per kilogram, dan cabai rawit hijau naik 39,3% menjadi Rp95.000 per kilogram.
Sebaliknya, hanya cabai merah besar yang harganya turun 13,27% menjadi Rp50.000 per kilogram. Pada kelompok protein hewani, lonjakan harga terjadi secara merata. Harga daging sapi kualitas 1 dan kualitas 2 kompak menembus Rp200.000 per kilogram, masing-masing melambung 31,15% dan 39,81%.
Harga daging ayam ras segar naik 18,48% menjadi Rp50.000 per kilogram, sedangkan telur ayam ras segar melonjak 25% menjadi Rp37.500 per kilogram. Untuk komoditas gula pasir, harga gula pasir kualitas premium naik 22,85% menjadi Rp25.000 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal naik 4,44% menjadi Rp20.000 per kilogram.
Sementara itu pada kelompok minyak goreng, harga minyak goreng curah turun 1,96% menjadi Rp20.000 per kilogram. Di sisi lain, minyak goreng kemasan bermerek 1 melonjak 31,42% menjadi Rp32.000 per kilogram, dan minyak goreng kemasan bermerek 2 terangkat 6,38% menjadi Rp25.000 per kilogram. bisn/mb06
