JAKARTA – Kementerian Pe­ker­jaan Umum (PU) akan mem­percepat peningkatan in­fra­struk­tur jaringan irigasi di ber­ba­gai daerah guna memitigasi dam­pak fenomena El Nino yang be­ri­siko mengganggu target swa­sembada pangan nasional.

Menteri PU, Dody Hanggodo menjelaskan ak­se­le­ra­si perbaikan dan optimalisasi sa­lu­ran pengairan tersebut dila­ku­kan setelah pemerintah me­ng­i­dentifikasi masih adanya titik-ti­tik kekeingan di sentra produksi per­tanian wilayah Jawa Barat hi­ng­ga Jawa Tengah. “Dari la­por­an, semuanya terlihat baik, tetapi ketika saya turun langsung, ternyata masih ada titik-titik ke­ke­ringan,” ujar Dody dalam ke­te­rangan resmi, Sabtu.

Guna mengatasi persoalan ter­sebut, Dody mengaku pi­hak­nya terus mendorong solusi da­ru­rat seperti penambahan unit pom­pa dan pipa penyaluran air pa­da ara pertanian yang be­r­de­kat­an dengan sumber air per­mu­kaan.

Adapun, untuk strategi ja­ng­ka panjang, pemerintah me­ne­kankan bakal memperkuat ke­an­dalan pasokan air baku me­la­lui rencana pembangunan sumur bor baru serta embung di lokasi-lo­kasi strategis. Pendataan ket­er­se­di­aan air juga akan dperkuat de­ng­an melibatkan Perkumpulan Pe­tani Pemakai Air (P3A) serta Ga­bungan Kelompok Tani (Ga­po­k­tan) guna memastikan aku­ra­si data kebutuhan pengairan di la­pangan.

Sebagai informasi, pe­nanganan jaringan irigasi me­mang tengah menjadi perhatian pe­me­rintah sejalan dengan In­struk­si Presiden (Inpres) No. 2/2025 tentang Percepatan Pem­ba­ngunan, Peningkatan, Re­ha­bi­litasi, serta Operai dan Pe­me­li­haraan Jaringan Irigasi. Per­cepatan pembangunan ja­ringan irigasi ini juga dilakukan se­bagai langkah mitigasi konkret da­lam menghadapi ancaman ano­mali cuaca El-Nino. Kesiapan sistem pengairan serta pe­ng­a­man­an pasokan air baku diper­lu­kan demi mengamankan ke­ta­han­an pangan nasional. Se­men­tara itu, bila ditilik dalam postur DIPA awal sepanjang tahun ini,

Kementerian PU me­ng­a­lo­ka­sian anggaran sebesar Rp29 triliun untuk mendukung ope­ra­sional Direktorat Jenderal Sum­ber Daya Air (Ditjen SDA). Pagu anggaran jumbo pada Ditjen SDA tersebut mencakup ke­butuhan biaya untuk men­du­kung pembangunan bendungan, pe­ng­endali banjir, penyediaan air ba­ku, jaringan irigasi, hingga prog­ram infrastruktur ke­rak­yat­an P3-TGAI.

Khusus tahun depan, alo­ka­si anggaran untuk pelaksaaan pem­bangunan jaringan irigasi ju­ga tidak kalah besar. Hal itu ter­cer­min dari alokasi pagu ang­gar­an Ditjen SDA TA 2027 ya­ng ditetapkan mencapai Rp30,66 triliun.

Dalam paparannya, alokasi jum­bo program bidang Sumber Daya Air tahun 2027 mencakup du­kungan pembangunan ja­ri­ng­an irigasi seluas 451 hektare, re­ha­bi­litasi jaringan irigasi 47.671 hek­tare, pengendalian banjir su­ng­ai dan muara sepanjan 27,06 km, pengamanan pantai 6,60 km, tambahan kapasitas air baku 0,78 m3/detik, serta pe­ng­en­da­li­an sedimen dan lahar. bisn/mb06