Darurat Air Bersih Dimulai
BANJARMASIN – PT Air Minum Bandarmasih mulai tengah malam tadi, atau Selasa (22/9) pukul 00.00 Wita, mendistribusikan air bersih non konsumsi kepada masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak gangguan layanan.
Air yang didistribusikan dalam kondisi darurat tersebut hanya untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK), dan tidak boleh digunakan untuk keperluan minum dan memasak makanan.
Direktur Utama PAM Bandarmasin, Zulbadi menjelaskan kebijakan ini diambil setelah melakukan audensi ke tiga wilayah kecamatan terdampak yang menghadirkan sejumlah unsur masyarakat.
“Kami telah melakukan audensi kepada masyarakat yang terdiri dari lurah, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, babinsa dan babinmas yang merangkumkan kebijakan tentang distribusi air bersih. Hasilnya 70 persen minta air bersih didistribusikan,” ujar Zulbadi, didampingi Direktur Umum Hj Yulia Riana Sari dan Direktur Operasional Irwan Firmana, Senin (21/9).
Zulbadi menjelaskan, kondisi darurat air bersih ini disebabkan musim kemarau panjang, penurunan kapasitas produksi air lebih dari 30 persen serta instrusi air laut dari 1.000 -3.000 ppm melebihi ambang batas aman pengolahan air (<300 mg/liter Permenkes No 2 tahun 2023).
Sementara tiga wilayah terdampak meliputi seluruh kawasan Banjarmasin Barat, enam kelurahan di Banjarmasin Tengah, serta lima kelurahan di Banjarmasin Utara, termasuk kawasan Kayu Tangi sebelah kiri.
Pihaknya mengimbau masyarakat mengikuti ketentuan penggunaan air yang disalurkan. Khusus air nonkonsumsi, warga diminta menggunakannya hanya untuk kebutuhan MCK.
Untuk kebutuhan air minum, PAM Bandarmasih menyiapkan tandon air yang akan didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat mengikuti apa yang sudah kami sampaikan. Kalau airnya untuk MCK, gunakan hanya untuk MCK, bukan untuk minum,” katanya. via
