JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ke­ta­hanan pangan nasional dalam kondisi sangat kuat. Pasokan beras nasional dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masy­a­ra­kat hingga menyambut musim panen raya pa­da Maret 2027 mendatang.

“Pemerintah memastikan ketahanan pa­ng­an nasional semakin kuat menghadapi mu­sim kering dampak El Nino,” kata Amran di Jakarta, dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan bahwa langkah pe­ng­u­­at­an produksi, pembenahan irigasi, dan pen­yediaan pupuk terjangkau menjadi strategi kun­ci untuk menjaga ketersediaan beras di te­ngah tantangan siklus pertanian. Dengan ko­n­disi saat ini, pemerintah memiliki ban­talan stok yang sangat memadai untuk men­jaga ketahanan pangan masyarakat hingga mu­sim panen be­ri­kut­nya. “Sekarang Se­p­tem­ber, Oktober, November,Desember, Ja­nu­ari sampai Mei. Pada yang puncak, Ma­ret. Overlap,” ujar Mentan.

Gambaran kekuatan ketahanan pangan In­donesia tecermin dari akumulasi stok di berbagai sektor. Standing crop atau tanaman ya­ng siap panen saat ini diperkirakan men­capai sekitar 10 juta ton. Di saat bersamaan, ca­dangan beras di sektor hotel, restoran, dan katering (Horeka) berada di angka se­kitar 10 juta ton, ditambah Cadangan Beras Pe­merintah (CBP) di Perum Bulog yang men­yentuh angka 5 juta ton.

Secara keseluruhan, total ketersediaan be­ras nasional berada di kisaran 25 hingga 26 juta ton. Jika dibandingkan dengan ti­ng­kat konsumsi masyarakat yang berada di angka 2,5-2,6 juta ton per bulan, In­do­nesia memiliki cadangan yang melimpah un­tuk melewati masa antarmusim atau pa­ceklik.

“Yang di Horeka, hotel, rumah-rumah, res­toran itu 10 juta ton. Di Bulog kurang le­bih 5 juta ton, berarti (stok beras secara ke­seluruhan sekitar) 25-26 juta ton. Se­mentara kebutuhan per bulan 2,5-2,6 juta on,” ujar Amran.

Meski demikian, Amran menekankan bah­wa kekuatan pilar pangan tidak hanya be­r­sandar pada cadangan yang ada saat ini, te­tapi juga kontinuitas produksi di tingkat pe­tani. Bagi Kementerian Pertanian, fokus uta­ma adalah menjaga keberlanjutan pa­sok­an di jeda antara satu musim panen ke mu­sim panen berikutnya.

Dengan fondasi pasokan yang solid, In­donesia kini tidak hanya fokus memenuhi ke­butuhan dalam negeri, tetapi juga mulai m­e­lirik potensi pasar internasional melalui ekspor beras. “Kita kan sudah ekspor. Coba sek­ali bertanya, kapan lagi ekspor?” ujar Men­tan pula. lp6/mb06