JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjanjikan harga beras turun dalam waktu dekat, termasuk pekan ini.

Pemerintah mengandalkan ope­­­rasi pasar, bantuan pangan, ser­ta penyaluran beras Stabilisasi Pa­sokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menekan harga. “Pas­ti turunlah (harga beras pe­kan ini). Doakan. Pasti turun,” ka­ta Amran di kediamannya, Jakarta Selatan, Senin (21/9).

Bos Badan Pangan Nasional (Ba­­panas) itu mengatakan pe­me­rin­­tah juga telah memerintahkan Pe­rum Bulog memperkuat pa­sokan beras, terutama ke jaringan ritel modern. Menurutnya, stok beras pemerintah masih men­cukupi sehingga kondisi pasokan ti­dak seharusnya menjadi alasan ke­naikan harga.

“Sudah dikirim (pasokan be­ras ke ritel). Kami sudah pe­rin­tah­kan Bulog. Berasnya banyak, ku­rang lebih 5 juta ton, 4,6 (juta stok beras Bulog) hari ini. Kita se­wa gudang 2 juta ton. Udah, ki­ta kirim. Beras aman,” ujarnya.

Berdasarkan data hingga mi­ng­gu ketiga September 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per 18 September tercatat se­kitar 4,6 juta ton. Sepanjang 2026 hingga pertengahan Sep­tember, penyaluran CBP telah men­capai sekitar 2,3 juta ton me­lalui berbagai program intervensi.

Pemerintah juga tengah mem­proses tambahan kuantum SPHP beras sebesar 1 juta ton untuk daerah yang mengalami te­kan­an harga dan pasokan. Selain itu, bantuan pangan beras di­si­ap­kan untuk sekitar 33,4 juta mas­yarakat di seluruh Indonesia.

Amran mengatakan langkah te­rsebut diharapkan dapat me­nekan harga setelah pemerintah me­nertibkan peredaran beras fortifikasi yang diduga tidak sesu­ai dengan klaim pada label ke­mas­an. “Karena (mafia beras) for­tifikasi tidak main lagi kan? Ma­sih berani main? Hilang kan (be­ras) fortifikasi (di ritel)?” kata Amran.

Berdasarkan data SP2KP, ra­ta-rata harga beras medium secara na­sional hingga minggu ketiga Sep­tember 2026 mencapai Rp14.644 per kilogram, naik dari Rp14.534 per kilogram pada Agus­tus. Artinya, harga beras me­dium naik Rp110 per ki­lo­gram atau 0,76 persen.

Sementara itu, rata-rata harga be­ras premium naik dari Rp16.382 per kilogram pada Agus­tus menjadi Rp16.495 per ki­logram hingga minggu ketiga September. Kenaikannya men­ca­pai Rp113 per kilogram atau 0,69 persen.

Amran menilai kenaikan har­ga tersebut tidak semata-mata ber­kaitan dengan ketersediaan stok. Ia mempertanyakan alasan ke­naikan harga ketika stok beras pe­merintah masih berada pada level yang besar.

Menurut Amran, pemerintah se­belumnya kerap menghadapi per­soalan harga ketika stok beras dianggap tidak mencukupi. Namun, ketika stok saat ini dinilai cukup, ia meminta agar alasan kenaikan harga kembali di­periksa.

“Dulu, kalau tidak ada stok, har­ga naik kan? ‘Wah, men­terinya salah nih, impor’. Begitu sekarang banyak beras apa ala­san­nya lagi? Ndak ada alasan. Tidak impor, apa alasannya lagi?” kata Amran. cnn/mb06