RANTAU,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tapin menyelenggarakan rapat dengar pendapat (RDP) tentang tindak lanjut dari audiensi/rapat sebelumnya yang dihadiri ULP PT.PLN Cabang Tapin, ULP PT.PLN Cabang Binuang, bertempat di aula Rapat DPRD Tapin.

RDP dipimpin langsung Ketua DPRD Achmad Riduan Syah bersama Sekretaris DPRD Padlian Noor, anggota DPRD H Daritaniansyah dan Robby Apriandi serta beberapa anggota DPRD Tapin lainnya.

Rapat turut dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Badan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan serta seluruh Camat di kabupaten Tapin.

Ketua DPRD Tapin Achmad Riduan Syah menjelaskan, tujuan RDP untuk mempertanyakan pernyataan pihak PLN pada RDP sebelumnya tanggal 5 Agustus lalu yang menyampaikan bahwa tanggal 7 Agustus kondisi padam bergilir akan pulih namun dalam kondisi siaga. Akan tetapi PLN kembali menyatakan statement bahwa tanggal 25 Agustus 2026 akan kembali normal.”Namun seperti yang kita rasakan sampai saat ini, kondisi padam bergilir masih ada, sehingga hal itu kita pertanyakan kembali kepada PT.PLN,” paparnya.

“Kita juga menyampaikan terimakasih kepada pihak PLN, karena setiap ada jadwal padam bergilir selalu di informasikan kepada masyarakat media sosial dan media informasi lainnya,” tambahnya.

Sementara itu Manajer PLN ULP (Unit Layanan Pelanggan) Rantau Ferry Yurdian mengatakan, masih terjadinya pemadaman bergilir dikarenakan masih adanya gangguan di beberapa pembangkit listrik yakni tiga pembangkit listrik yang ada di Kalimantan Timur dan satu pembangkit di Kalimantan Tengah PLTMG Bengkanai.

Saat ini PLN terus berusaha semaksimal mungkin menanggulangi dan berusaha melakukan pemulihan dengan berbagai cara, diantaranya melakukan percepatan pemasangan atau instalasi pembangkit sewa yakni 10 MW di Batulicin dan di sistem Kalimantan ada 120 MW.

“Kita berharap proses ini berjalan lancar sehingga kelistrikan di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan khususnya kabupaten Tapin bisa lancar seperti sedia kala,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Ferry Yurdian juga menyampaikan, permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi dan kita berupaya sebaik mungkin untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.{[her/mb03]}