BANJARMASIN – Semangat melestarikan kuliner tradisional Banjar turut mewarnai rangkaian peringatan 500 tahun Kota Banjarmasin. Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Banjarmasin menggelar lomba memasak kue Banjar dengan melibatkan anggota organisasi wanita yang tergabung di dalamnya.

“Kegiatan ini digelar berdasarkan hasil kesepakatan dalam rapat kerja GOW Kota Banjarmasin. Saat membahas kontribusi GOW dalam memeriahkan lima abad Kota Banjarmasin, muncul gagasan untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berkaitan dengan pelestarian budaya Banjar,” ungkap Wawali Banjarmasin Hj Ananda, di sela penjurian kue peserta lomba, di lobi Balaikota Banjarmasin, Rabu (16/9).

Ananda mengatakan, pilihan lomba kuliner tradisional, salah satunya wadai Banjar yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner masyarakat Banjar. “Kesepakat kami juga nemilih membuat kue banjar seperti roti pisang, amparan tatak atau pepari, yang diikuti peseeta dari 27 organisasi wanita,” kata Nanda –sapaan akrabnya.

Antusiasme peserta pun terlihat selama lomba berlangsung. Para peserta yang berasal dari organisasi-organisasi wanita di bawah naungan GOW tidak sekadar mengikuti perlombaan, tetapi juga mendapatkan pengalaman baru dalam mengolah wadai Banjar.

Penasehat GOW Kota Banjarmasin, Neli Listriani menyampaikan sejumlah peserta mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan, bagi sebagian peserta, lomba menjadi kesempatan untuk belajar memasak wadai Banjar yang sebelumnya belum mereka kuasai.

“Alhamdulillah, tadi waktu melihat-lihat dan bertanya langsung kepada para peserta, mereka senang dengan adanya lomba ini. Akhirnya bisa belajar memasak wadai Banjar. Ini termasuk juga melestarikan budaya Banjar,” katanya.

Ia berharap kuliner tradisional Banjar tidak hanya dikenal sebagai bagian dari masa lalu, tetapi tetap dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya. via