BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menyatakan, daerahnya perlu membangun tempat cadangan sumber daya air baku untuk menghadapi musim kemarau panjang.

“Saat ini kita merasakan bagaimana sulitnya memenuhi kebutuhan air baku untuk pengolahan air bersih bagi masyarakat karena kemarau cukup panjang ini,” ujarnya di Banjarmasin, Senin.

Dengan hanya mengandalkan pengambilan air baku di Sungai Martapura, ungkap dia, di musim kemarau ini sungai tersebut mengalami intrusi air laut atau masuknya air laut di atas ambang batas bisa diolah menjadi air bersih, yakni mengandung kadar garam mencapai 8.000 miligram per liter.

Hingga, ucap dia, produksi air bersih menurun cukup signifikan, karena sumber pengambilan air baku tinggal satu tempat di intake Sungai Tabuk, yang kapasitasnya terbatas untuk memenuhi kebutuhan seluruh pelanggan.

“Jadi banyak masuk keluhan masyarakat ke WA saya terkait air bersih yang tidak lancar ke rumah mereka, ini jadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Yamin menyampaikan, langkah strategis daerahnya perlu membangun tempat cadangan sumber daya air ini telah disampaikan ke pemerintah pusat melalui Direktorat Jendral Sumber Daya Air RI.

“Kita berharap dukungan pemerintah pusat untuk mewujudkan ini, selain itu tentunya dari legislatif kota ini,” ujarnya.

Jika tidak dimulai sekarang, kata Yamin, krisis air bersih akan terus terjadi setiap musim kemarau, hingga harus ada langkah strategis yang cepat ditetapkan seperti membangun embung atau tempat lainnya yang bisa menjadi tempat cadangan sumber daya air yang memenuhi kebutuhan daerah.

Termasuk juga, ungkap Yamin, seperti juga dibahas di Direktorat Jendral Sumber Daya Air RI, yakni pembangunan jaringan pipa berdiameter 1.200 milimeter sepanjang kurang lebih 9,3 kilometer dari kawasan Sungai Tabuk menuju sistem intake PT AM Bandarmasih.

“Jadi berbagai alternatif bisa kita laksanakan, intinya semua untuk cadangan sumber daya air daerah kita, agar saat kemarau seperti ini tidak ada lagi masalah krisis air bersih di masyarakat,” ujarnya.

Hampir 100 persen warga Kota Banjarmasin tergantung pada distribusi pengolahan air bersih dari PT Air Minum Bandarmasin, BUMD milik pemerintah daerah, karena air tanah di wilayah kota ini berasa payau oleh karena di daerah rawa gambut. ant