Bantu Keluarga Korban KM Virgo
BANJARMASIN – Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Banjarmasin kembali menyalurkan bantuan berupa 250 nasi bungkus lengkap dengan air mineral kepada keluarga korban KM Virgo Transport 8 yang menunggu di Terminal Keberangkatan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (15/9) sore.
Kapolsek KPL Banjarmasin Kompol Dr Muhammad Abd Rauf SIK MH mengatakan, pembagian ratusan nasi bungkus ini merupakan wujud kepedulian dan dukungan moril bagi para keluarga yang masih menantikan kabar kerabat mereka.
“Sekitar 250 nasi bungkus dan air mineral kami bagikan hari ini. Bantuan ini diperuntukkan bagi keluarga korban, relawan, serta seluruh petugas yang bertugas di posko embarkasi terminal pelabuhan,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh bantuan yang disalurkan berasal dari donatur-donatur dermawan yang menitipkan bantuannya melalui pihak kepolisian, dan ini merupakan yang ketiga kalinya sejak operasi evakuasi berlangsung, setelah pembagian pertama dan kedua dilakukan di hari-hari sebelumnya.
“Kegiatan ini akan terus berlangsung selama diperlukan, hingga seluruh proses evakuasi dan penanganan korban selesai sepenuhnya. Semoga kehadiran kami dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kami yang sedang menunggu di sini,” harap Kapolsek Rauf.
Berdasarkan panntauan di lapangan, memasuki hari ketiga pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa, harapan keluarga korban semakin mendesak.
Meski hari ini, Selasa (15/9), tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 22 orang penumpang dan satu kru dalam kondisi selamat, dua di antaranya dilarikan ke rumah sakit dan masih ada korban yang belum ditemukan.
Para penumpang tersebut di evakuasi menggunakan Speedboat RBB Sea Rider milik TNI AL Banjarmasin, yang berangkat pukul 09.50 Wita dan tiba di Pelabuhan Trisakti sekitar pukul 10.30 Wita.
Salah satu keluarga korban, Muhyar, warga Margasari, telah bermalam berhari-hari di ruang tunggu pelabuhan, namun belum ada kabar yang membuatnya lega. Delapan kerabatnya belum tercantum dalam daftar yang ditemukan.
Ia sendiri meyakini masih ada harapan bagi mereka yang terperangkap di dalam lambung kapal. “Kapal terbalik pasti masih ada ruang udara di dalamnya. Siapa tahu di dalam kamar-kamar kapal itu masih ada orang yang bisa bernapas. Mereka mungkin hanya kelelahan dan tidak bisa berenang keluar. Selama ini kami yakin mereka masih bertahan di dalam sana,” harapnya.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan puluhan kapal, pesawat, dan ratusan personel dari berbagai unsur. sam/yos
