BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan pemerintahan. Terbaru, Pemkab HST meluncurkan inovasi Gerakan Layanan Online Retribusi (GELORA) sekaligus menerima bantuan 10 unit Smart Electronic Data Capture (EDC) dari Bank Kalsel, Senin (7/9).
Inovasi GELORA tersebut digagas Dinas Perdagangan HST sebagai langkah untuk memperkuat digitalisasi pengelolaan dan penarikan retribusi pasar.
Sementara itu, 10 unit Smart EDC yang diserahkan Bank Kalsel akan dimanfaatkan untuk mendukung penarikan sekaligus pencatatan penerimaan retribusi secara elektronik pada empat Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar di bawah Dinas Perdagangan HST.
Bupati HST Samsul Rizal mengatakan, GELORA menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat digitalisasi pelayanan serta transaksi pemerintahan.
“Melalui inovasi ini, pengelolaan dan pencatatan penerimaan retribusi beralih menggunakan mesin rekam data elektronik, sehingga transaksi di lapangan menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” katanya.
Kepala Dinas Perdagangan HST Irfan Sunarko menjelaskan, penggunaan Smart EDC akan mendukung proses penarikan retribusi di sejumlah pasar yang berada di bawah pengelolaan Dinas Perdagangan.
“Seiring dengan peluncuran ini, kami menerima 10 unit Smart EDC yang akan digunakan untuk penarikan retribusi pasar di empat UPTD Pasar di bawah Dinas Perdagangan,” ujarnya.
Menurut Irfan, pemanfaatan perangkat elektronik tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah proses penarikan retribusi, tetapi juga membantu pemerintah daerah dalam mencapai target pendapatan sekaligus memperbaiki sistem pencatatan.
“Mudah-mudahan dengan adanya alat ini, pencapaian dan pencatatan target retribusi daerah dapat tercapai dengan akuntabel dan transparan,” katanya.
Kepala Bank Kalsel Barabai Widhas Raditya mengatakan, penyerahan Smart EDC merupakan bentuk komitmen Bank Kalsel sebagai bank milik daerah untuk terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten HST dalam mendukung pembangunan daerah.
“Bank Kalsel sebagai bank milik daerah senantiasa berkomitmen untuk menjadi mitra strategis Pemerintah HST dalam mendorong pembangunan daerah, khususnya dalam akselerasi digital transaksi keuangan daerah atau ETPD, serta optimalisasi pendapatan asli daerah,” kata Widhas.
Smart EDC sendiri merupakan perangkat transaksi elektronik yang dapat digunakan untuk memproses pembayaran sekaligus merekam data transaksi. Perangkat ini bersifat mobile dan dapat mendukung transaksi non-tunai, seperti pembayaran menggunakan QRIS maupun kartu sesuai layanan yang tersedia.
Widhas menambahkan, penyerahan 10 unit Smart EDC tersebut diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan retribusi, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran.
Selain itu, digitalisasi transaksi juga diharapkan dapat mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten HST.
“Semoga bantuan Smart EDC ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi peningkatan kualitas pelayanan publik, serta kemajuan perekonomian di Kabupaten HST,” pungkasnya.
Dengan hadirnya GELORA dan dukungan perangkat Smart EDC, Pemkab HST berharap pengelolaan retribusi pasar semakin modern, tertib, transparan, dan akuntabel, sekaligus memberikan pelayanan yang lebih mudah bagi masyarakat.rds
