JAKARTA – Direktur Utama Perum Bug Ahmad Rizal Ramdhani memastikan beras sub­sidi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pa­ng­an (SPHP) tidak pernah disalurkan ke Sa­tuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, beras yang dipasok Bulog un­tuk program tersebut sejak awal me­ru­pa­kan beras premium.

“Tidak ada (barang subsidi pernah ter­sa­lurkan ke SPPG). Kan kita kasihkan beras un­tuk MBG adalah beras premium. Jadi ti­dak ada beras subsidi yang diberikan ke MBG, termasuk Minyakita. Jadi kita be­ri­kan kepada program MBG itu adalah yang se­mua premium,” ujar Rizal di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan.

Pernyataan itu disampaikan menyusul pe­negasan Badan Gizi Nasional (BGN) ya­ng melarang seluruh SPPG atau dapur MBG menggunakan barang-barang yang di­subsidi pemerintah dalam operasionalnya.

Kepala BGN Sudaryono sebelumnya me­negaskan dapur MBG tidak dipe­r­bo­leh­kan menggunakan beras SPHP, LPG 3 ki­lo­gram, maupun minyak goreng rakyat Minyakita.

Ia meminta masyarakat melaporkan apa­bila menemukan dapur MBG yang meng­gu­nakan komoditas tersebut.

Rizal menegaskan pasokan Bulog untuk MBG berbeda dengan bras SPHP yang me­rupakan beras program stabilisasi pe­me­rintah.

Beras SPHP disalurkan untuk menjaga ke­terjangkauan harga beras di masyarakat me­lalui mekanisme yang telah ditetapkan pe­me­rintah, bukan untuk memenuhi ke­bu­tuh­an operasional dapur MBG.

Rizal juga menyebut pasokan Bulog ke MBG tidak menggunakan Minyakita.

Dalam konteks kebijakan pemerintah, Mi­nyakita merupakan minyak goreng yang di­produksi dalam skema domestic market ob­ligation (DMO) atau kewajiban pe­me­nuhan pasar dalam negeri, sehingga berbeda dengan barang yang memperoleh subsidi lang­sun dari APBN.

Sudaryono sebelumnya mengatakan SPPG yang terbukti menggunakan barang-ba­rang tersebut akan diberikan teguran hi­ng­ga surat peringatan.

Apabila pelanggaran tetap dilakukan, BGN menyatakan tidak menutup ke­mungkinan menghentikan operasional dapur MBG yang bersangkutan.

Selain itu, BGN juga meminta seluruh dapur MBG membeli bahan pangan sesuai ke­tentuan pemerintah, termasuk membeli telur mengikuti harga acuan pemerintah (HAP), agar program tersebut turut menjaga sta­bilitas harga di tingkat peternak dan pe­tani. cnn/mb06