AMUNTAI – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Sahrujani bersama Wakil Bupati Hero Setiawan meninjau penanganan sedimentasi di bawah Jembatan Pasar Babirik, Kecamatan Babirik, Minggu (6/9).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan sedimentasi yang sebelumnya menghambat aliran sungai dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat, sekaligus memastikan kondisi di bawah jembatan benar-benar telah tertangani.

Sebelumnya, Bupati Sahrujani menegaskan, penanganan sedimentasi di lokasi tersebut tidak memungkinkan dilakukan secara manual, mengingat kondisi dan volume sedimentasi yang cukup besar diperlukan alat berat yang sesuai untuk mempercepat proses pembersihan.

Atas arahan bupati, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten HSU kemudian berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III untuk segera menurunkan alat berat berupa Excavator Amphibious.

Koordinasi tersebut membuahkan hasil. Alat berat dari BWS Kalimantan III dikerahkan untuk melakukan pengerukan dan pembersihan sedimentasi di bawah Jembatan Pasar Babirik.

Dalam peninjauan pada Minggu (30/8), Bupati Sahrujani dan Wabup Hero Setiawan melihat secara langsung hasil pekerjaan tersebut. Sedimentasi yang sebelumnya menumpuk tepat di bawah jembatan kini telah dibersihkan, sehingga kondisi di bawah Jembatan Pasar Babirik terlihat lebih bersih dan rapi.

Bupati Sahrujani mengapresiasi gerak cepat jajaran PUPR HSU yang telah menindaklanjuti instruksinya dengan melakukan koordinasi bersama BWS Kalimantan III, sehingga penanganan dapat dilakukan menggunakan alat yang sesuai.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui BWS sangat penting dalam menangani persoalan infrastruktur dan aliran sungai, khususnya pada titik-titik yang membutuhkan penanganan khusus.

“Penanganan seperti ini harus cepat. Kalau memang tidak bisa dilakukan secara manual, segera koordinasikan dengan pihak yang memiliki alat dan kewenangan. Yang terpenting masyarakat mendapatkan manfaat dan kondisi di lapangan bisa segera ditangani,” ujarnya.

Ia juga meminta jajaran terkait untuk terus melakukan pemantauan terhadap kondisi alur sungai di sekitar jembatan, sehingga apabila kembali ditemukan penumpukan sedimentasi dapat segera dilakukan tindakan.

Sementara, Wabup HSU Hero Setiawan turut memastikan kondisi di lapangan dan menegaskan penanganan sedimentasi merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kelancaran aliran sungai, serta mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Pasar Babirik.

Dengan telah dibersihkannya sedimentasi, kondisi alur di bawah Jembatan Pasar Babirik kini terlihat lebih lega, bersih, dan rapi. Pemerintah Kabupaten HSU juga memastikan langkah penanganan seperti ini akan terus dilakukan secara cepat melalui koordinasi lintas instansi demi kepentingan masyarakat. suf