BANJARMASIN – Pendidikan anak usia dini (PAUD) tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik anak. Melalui program PAUD Holistik Integratif (HI), Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan memastikan berbagai kebutuhan dasar anak, mulai dari kesehatan, gizi, pengasuhan hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Hj Neli Listriani mengatakan menjadikan kunjungan ke sejumlah TK PAUD di Banjarmasin sebagai program prioritas pemerintah untuk memastikan anak memperoleh layanan yang menyeluruh sejak memasuki PAUD.

“Kegiatan ini mengintegrasikan pendidikan, kesehatan, pengasuhan, serta pembentukan kebiasaan positif bagi anak sejak usia dini, “ujar Neli, Senin (31/8).

Selain itu juga memperkenalkan berbagai kebiasaan positif. Di antaranya mengonsumsi makanan bergizi, menerapkan pola hidup sehat, menjaga kesehatan organ tubuh, serta mengenal lingkungan melalui kegiatan memilah sampah.

“PAUD tidak hanya berkaitan dengan pembinaan akademiknya, tetapi seluruh hak-hak dasar anak juga dilayani ketika anak masuk di sekolah PAUD,” ujarnya.

Anak -anak juga diajar bagaimana cara mencuci tangan dengan baik dan benar, menyiram tanaman, menggosok gigi, memilah sampah, hingga pemeriksaan kesehatan.

Selain menyasar anak, kegiatan juga melibatkan orangtua melalui sesi parenting. Salah satu materi yang disampaikan adalah sosialisasi mengenai kewajiban mengikuti pendidikan selama satu tahun sebelum anak memasuki jenjang sekolah dasar (SD) atau wajib belajar 13 tahun.

“Kami melihat anak-anak sangat bersemangat, mulai dari memilah sampah, mencuci tangan dengan baik dan benar, sampai mengikuti kegiatan makan bergizi,” ujar Neli.

Program PAUD HI diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di kelas, tetapi juga membentuk karakter dan kemandirian anak melalui kebiasaan sederhana yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan ( Disdik) Kota Banjarmasin, Ryan Utama mengatakan, terdapat delapan segmen layanan yang menjadi bagian dari pelaksanaan PAUD Holistik Integratif. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih utuh karena anak tidak hanya mendapatkan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga dibiasakan menerapkan perilaku sehat dan peduli lingkungan.

Selain itu, pemerintah juga terus menyosialisasikan program wajib belajar 13 tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah sebelum anak memasuki jenjang sekolah dasar.

“Tahun ini nilai wajib belajar sudah diturunkan bahwa wajib belajar itu 13 tahun, termasuk satu tahun sekolah,” katanya.

Pelaksanaan kunjungan PAUD juga dilakukan melalui percontohan di TK Pembina. Model tersebut menjadi salah satu rujukan dalam penerapan layanan holistik integratif di satuan PAUD. via