BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin bersama rombongan melakukan pengecekan langsung saluran Irigasi di Cindai Alus dalam rangka memastikan pasokan air untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Guntung Damar, Landasan Ulin, Banjarbaru.

Kawasan Guntung Damar Banjarbaru tersebut menjadi perhatian, karena berada di kawasan ring satu yang berdekatan langsung dengan objek vital (Obvit) Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin.

Setelah lebih dari sepekan tim gabungan berjibaku memadamkan titik api, Gubernur H Muhidin turun langsung meninjau kondisi saluran air di kawasan Irigasi Cindai Alus, Kabupaten Banjar, Senin (24/8) petang.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mencari solusi atas mulai berkurangnya pasokan air di lapangan, sehingga proses pemadaman Karhutla di Guntung Damar dapat terus dilakukan secara optimal. “Kita memastikan airnya tersedia dan bisa mengalir ke lokasi ring 1 dalam rangka pembasahan,” ujar Gubernur H Muhidin.

Menurut Gubernur H Muhidin, pasokan air mulai menjadi kendala setelah penanganan berlangsung lebih dari sepekan. Karena itu, kondisi saluran air harus segera diperiksa dan dibenahi agar distribusi air tetap berjalan. “Sekarang air mulai berkurang, jadi salurannya harus kita cek,” katanya.

Dalam rangka memastikan ketersediaan air, Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama tim melakukan pengecekan di kawasan Irigasi Cindai Alus, sementara Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq meninjau debit air di kawasan Riam Kanan.

Selain itu, Gubernur H Muhidin menjelaskan bahwa dari Hasil pantauan menunjukkan saluran yang masih baik baru sekitar 150 meter. Sementara lebih dari satu kilometer saluran lainnya perlu dibersihkan. “Besok kita bersihkan bersama-sama, targetnya selesai satu hari,” ungkap Muhidin.

Air dari saluran tersebut nantinya akan dialirkan menuju embung di bagian tengah kawasan. Dari embung, air akan dipompa menuju lokasi kebakaran di Guntung Damar. “Air kita alirkan ke embung, kemudian dipompa ke titik api,” terangnya.

Gubernur H Muhidin menilai pola itu lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan mobil tangki, karena kapasitas air terbatas dan membutuhkan waktu untuk melakukan pengisian serta pengangkutan.

Lebih lanjut, Gubernur H Muhidin menjelaskan untuk mendukung distribusi air, Pemprov Kalsel juga telah menyiapkan mesin pompa. Dari total 300 pompa yang dibagikan, sebanyak 200 pompa tambahan telah diterima sehari sebelumnya. “Kita sudah mendapat tambahan 200 pompa,” kata Muhidin.

Dengan pembenahan saluran dan dukungan mesin pompa, Gubernur H. Muhidin memastikan upaya pemadaman terus diarahkan pada pemenuhan kebutuhan air di lokasi. Evaluasi hasil pekerjaan juga akan dilakukan setelah pembersihan saluran selesai. “Fokus kita sekarang memastikan air sampai ke Guntung Damar,” pungkasnya.

Ketika melakukan pengecekan saluran irigasi itu, Gubernur H Muhidin didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Kalsel H Hasnuryadi Sulaiman, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan, Danrem 101 Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus.

Selain itu, Danlanal Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, Danlanud Syamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, Sekdaprov Kalsel, HM Syarifuddin serta sejumlah kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan jajaran, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III dan pihak terkait lainnya. adp/ani