TNI AU Kerahkan Pesawat untuk ‘Water Bombing’ di Kalsel

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin bersama Forkopimda Kalsel dan Staf Khusus Presiden Andi Syamsuddin Arsyad (H Isam) meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru, Sabtu (22/8) sore.

Dalam peninjauan itu, Gubernur H Muhidin bersama Staf Khusus Presiden Bidang Perdagangan, Pangan, Energi dan Sumber Daya Andi Syamsuddin Arsyad, Staf Khusus BIN H Gusti Denny Ramdhani, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr Muhammad Ali, Astamaops Kapolri Komjen Pol Dr M Fadil Imran dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman.

Turut hadir Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan, Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Kepala Binda Kalsel Brigjen Pol Sentot Adi Dharmawan, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra dan Danlanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman LP Ambarita.

Gubernur H Muhidin bahkan turun langsung memegang gagang semprotan air (Backpack Sprayer). Dengan sigap gubernur mengarahkan semprotan ke kawasan hutan dan lahan yang terbakar, membantu upaya pemadaman dari jarak dekat.

Secara bergantian, aksi Gubernur dan pimpinan Forkopimda memadamkan api ini menjadi komitmen upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banua.

Kawasan Guntung Damar menjadi salah satu titik fokus penanganan karhutla, karena berada di sekitar zona ring satu Bandara Internasional Syamsudin Noor. Tim gabungan BPBD Kalsel, Manggala Agni, TNI-Polri dan relawan terus melakukan pemadaman serta pembasahan untuk mencegah api kembali meluas.

Di ruang VIP Room Bandara Internasional Syamsudin Noor, Kepala BPBD Provinsi Kalsel Ronny Eka Saputra memberikan penjelasan detail mengenai kondisi terkini karhutla, termasuk sebaran titik api di sejumlah wilayah.

Paparan tersebut terutama menyoroti kondisi kawasan ring 1 yang menjadi perhatian karena berada di sekitar objek vital Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Dalam kesempatan itu, Kepala BPBD Kalsel memaparkan perkembangan penanganan karhutla kepada Gubernur H Muhidin, jajaran Forkopimda Kalsel serta Staf Khusus Presiden, terkait informasi mengenai sebaran titik api menjadi bahan bagi tim gabungan dalam menentukan langkah penanganan di lapangan.

Usai menerima paparan, Gubernur H Muhidin bersama jajaran bergerak meninjau langsung kawasan Guntung Damar yang menjadi salah satu titik fokus penanganan karhutla.

Gubernur H Muhidin mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan, kondisi karhutla di lokasi saat ini menunjukkan perkembangan yang lebih baik dibanding sebelumnya. Sejumlah titik terbakar juga sudah tidak terlihat api.

“Alhamdulillah, hari ini kita kedatangan para petinggi Polri dan petinggi TNI Angkatan Laut. Presiden RI Prabowo Subianto batal datang karena kondisi di wilayah cukup membaik, kita mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran tim gabungan yang terlibat pada hari ini,” ujar Gubernur H Muhidin.

Gubernur H Muhidin menyebut, kondisi di lapangan saat ini tidak separah sebelumnya. Hal tersebut antara lain terlihat dari tidak adanya aktivitas penyiraman menggunakan helikopter water boombing di lokasi yang ditinjau.

Meski kondisi membaik, Gubernur H Muhidin mengingatkan potensi munculnya kembali asap dan titik api masih ada. Karena itu, upaya pemadaman, pembasahan dan kewaspadaan harus tetap dilakukan.

“Kami meminta kepada masyarakat yang ada di luar atau di daerah yang jauh, kalau bisa jangan membakar. Kalau ingin membersihkan lahan, dilakukan dengan cara yang aman agar kebakaran tidak meluas,” pungkasnya.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Kalsel tercatat 1.651 kejadian karhutla dengan 8.764 titik panas (hotspot). Luas lahan terdampak mencapai 6.905 hektare.

Dalam kesempatan itu, Gubernur H Muhidin berharap kondisi karhutla di Kalsel terus membaik dan seluruh pihak bersama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran baru.

H Muhidin juga mengajak dan berpesan agar masyarakat berperan aktif dalam pencegahan karhutla serta terus berdoa agr kebakaran di Kalsel dapat segera ditangani sepenuhnya.

Sementara, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman LP Ambarita mengatakan TNI AU mengerahkan sejumlah pesawat untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Pesawat untuk modifikasi cuaca serta dukungan operasi penerbangan untuk pemadaman titik api dari udara menggunakan metode water bombing,” katanya lewat keterangan tertulis, Minggu (23/8), seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Dalam pelaksanaan di lapangan, kata Hilman, TNI bersinergi dengan unsur Polri, BPBD, dan instansi terkait lainnya untuk melakukan pemadaman dan pengendalian titik api.

Ia menambahkan penanganan Karhutla membutuhkan koordinasi dan kerjasama seluruh pihak. Personel di lapangan diarahkan untuk mengutamakan keselamatan, bergerak cepat, serta melakukan pemadaman secara efektif agar api tidak meluas.

“Kami akan terus mendukung pemerintah dan seluruh unsur terkait dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Keselamatan masyarakat dan pencegahan meluasnya kebakaran menjadi prioritas utama kami,” tegasnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut 696 titik panas (hotspot) muncul di Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan pemutakhiran data pada Minggu (23/8), dengan tingkat intensitas api dan risiko karhutla didominasi indikator tinggi.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarbaru Fitma Surya Arghani di Banjarbaru, Minggu, mengatakan dari 696 titik panas tersebut, sebanyak 45 titik berada pada tingkat rendah, 622 titik tingkat sedang, dan 29 titik tingkat tinggi.

Laporan pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarbaru menunjukkan evaluasi Fire Weather Index (FWI) terhadap wilayah Kalimantan Selatan didominasi indikator tingkat tinggi atau zona merah yang menunjukkan tingkat intensitas api dan risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Data koordinat dan lokasi administratif, sebaran titik panas utama meliputi Kabupaten Banjar 127 titik, Hulu Sungai Selatan (115 titik), Tapin (104 titik), Hulu Sungai Utara (65 titik), Tanah Laut (58 titik), Hulu Sungai Tengah (48 titik), serta Kotabaru 46 titik,” ujar Fitma mengutip Antara. web