JAKARTA – Menteri Ko­or­di­na­tor Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pe­me­rintah tengah menyiapkan ske­ma pembatasan pembelian BBM Pertalite berdasarkan jenis ken­da­raan masyarakat.

Menurut Airlangga, jenis ken­da­raan dapat menjadi salah satu indikator untuk men­cer­min­kan desil atau tingkat ke­se­jahte­ra­an pemilik kendaraan. “Kita ke­marin berbasis dari jenis ken­da­ra­an. Dari jenis kendaraan dan men­cerminkan desil,” ujar Airlangga di Kantor Kementerian Ko­ordinator Bidang Pe­re­kono­mian, Jakarta Pusat.

Airlangga belum merinci je­nis kendaraan yang nantinya dike­nai pembatasan maupun me­ka­nis­me pembelian Pertalite dalam ske­ma tersebut.

Ia mengatakan pemerintah masih mematangkan aturan se­belum kebijakan pembatasan di­te­rapkan. “Nanti kita matangkan lagi, kita matengin,” ujarnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya me­ng­ungkap rencana pemerintah mem­batasi pembelian Pertalite ba­gi masyarakat yang masuk ke­lompok desil 9-10.

Namun, pada tahap awal pem­batasan tidak akan langsung di­terapkan kepada seluruh mas­ya­rakat dalam kelompok ter­se­but. Pemerintah berencana lebih du­lu membatasi pembelian Per­ta­lite bagi masyarakat yang masuk desil 10.

Purbaya mengatakan ke­bi­jakan tersebut akan diuji coba da­lam beberapa bulan ke depan dan ditargetkan diterapkan sebelum per­gantian tahun.

Menurutnya, pembatasan pembelian Pertalite ditujukan agar penyaluran subsidi BBM lebih tepat sasaran. cnn/mb06