JAKARTA – Harga beras dan kacang tanah mengalami kenaikan berdasarkan pantauan harga pangan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Harga beras sedang naik terus. Pedagang sembako di Pasar Kebayoran Lama menjual beras seharga Rp 14 ribu dan Rp 15 ribu tergantung jenisnya. Pedagang sembako, Jawin (27), mengomentari harga beras ini. “Masih naik terus,”ujar dia. Mulai naik mulai dua minggu yang lalu.
Badan Pangan Nasinal (Bapanas) menyatakan penyaluran 1,65 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) periode Januari-Agustus 2026, sebagai upaya pengendalian perkembangan harga beras melalui penguatan program stabilisasi pasokan dan bantuan pangan.
“Realisasi distribusi cadangan beras pemerintah telah menapai 1,65 juta ton, kami optimis mampu mengerem perkembangan harga,” kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dikonirmasi di Jakarta, Sabtu.
Menurutnya fluktuasi perberasan Indonesia masih cukup terkendali. Meskipun terdapat tantangan El Nino yang telah melanda mulai Juli dan Agustus ini, yang merupakan puncak musim kemarau. “Pemerintah meyakini pergerakan inflasi beras tidak akan sampai melonjak seperti pada El Nino edisi tahun 2023 dan 2024,” ujarnya.
Ia menyebutkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi beras secara bulanan pernah mengalami lonjakan yang signifikan yakni pada September 2023 mencapai 5,61 persen dan Februari 2024 di level 5,32 persen.
Kondisi itu disebut akibat musim kemarau dan dampak El Nino saat itu. Akan tetapi, lanjut Ketut, pemerintah lebih siap dalam menghadapi El Nino untuk tahun 2026.
Ia menjelaskan sebagai komparasi, pemerintah sampai 21 Agustus 2026 telah mengucurkan stok CBP total sebanyak 1,65 juta ton. Distribusi itu meningkat 20,43 persen dibandingkan total penyaluran CBP Januari-Agstus 2023 yang di angka 1,37 juta ton.
Bahkan realisasi tersebut meningkat hingga 161,49 persen dibandingkan total penyaluran CBP periode Januari-Agustus 2025 yang hanya di angka 631,58 ribu ton.
Selain itu, Bapanas menyebutkan total stok CBP yang saat ini dikelola Perum Bulog per 21 Agustus 2026 mencapai 5,17 juta ton. Stok itu jauh melampaui hingga 291,66 persen dibandingkan kondisi CBP pada Agustus 2023, yang kala itu masih berada di angka 1,32 juta ton.
Dia menuturkan pengendalian harga beras dilakukan melalui percepatan penyaluran beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di pasar serta bantuan pangan Bulog selama tiga bulan (Juli, Agustus, September), agar Indeks Perkembangan Harga (IPH) tetap terkendali.
Adapun rincian penyaluran CBP anuari-Agustus 2026 yang telah mencapai 1,65 juta ton terdiri dari penjualan beras program SPHP pada Januari-Februari yang 221,05 ribu ton. Kemudian realisasi SPHP beras Maret sampai Agustus yang mencapai 678,12 ribu ton.
Ada pula realisasi program bantuan pangan tahap pertama 662,86 ribu ton dan bantuan pangan tahap kedua yang telah mulai berjalan di 32,25 ribu ton. Terakhir, penyaluran bantuan bencana dan keadaan darurat 11,39 ribu ton dan golongan anggaran 53,68 ribu ton. lp6/ant/mb06
