Bidik Gelar Liga Champions Ketiga
Jakarta – Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar Piala Super Eropa setelah mengalahkan Aston Villa dengan skor 2-1 di Red Bull Arena, Salzburg, Austria pada Kamis dini hari WIB.
PSG sempat unggul lebih dulu melalui Khvicha Kvaratskhelia. Aston Villa kemudian menyamakan kedudukan lewat Brian Madjo menjelang turun minum. Desire Doue menjadi penentu kemenangan PSG setelah mencetak gol pada menit ke-62.
Hingga pertandingan berakhir, Aston Villa gagal menemukan gol penyeimbang sehingga PSG berhak mengangkat trofi Piala Super Eropa 2026.
Pertandingan berjalan cukup terbuka sejak awal. Villa lebih dulu mengancam pada menit ke-13. Boubacar Kamara melepaskan tendangan keras mendatar dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melenceng tipis dari sisi kiri gawang PSG yang dikawal Matvey Safonov.
PSG kemudian membuka keunggulan pada menit ke-20. Marco Bizot sempat menggagalkan tembakan Desire Doue yang berubah arah setelah mengenai pemain Villa. Namun, bola kemudian jatuh ke penguasaan Doue.
Pemain asal Prancis itu langsung mengirimkan umpan kepada Kvaratskhelia. Dengan kontrol yang baik, penyerang asal Georgia itu melepaskan tembakan ke sudut kiri atas gawang Villa yang gagal dijangkau Bizot. PSG unggul 1-0.
Aston Villa tidak menyerah dan terus mencari gol penyeimbang. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-45.
John McGinn mengirimkan umpan silang ke tiang jauh. Brian Madjo memenangi duel dengan Willian Pacho dan tetap mampu menyambar bola meski mendapat gangguan.
Sepakannya meluncur deras ke sudut atas gawang PSG dan membuat skor menjadi 1-1 saat babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, PSG kembali mengambil kendali permainan. Les Parisiens kembali unggul pada menit ke-62 melalui Desire Doue.
Doue menerima umpan terobosan yang membelah pertahanan Aston Villa. Ia lolos dari jebakan offside, kemudian membawa bola mendekati kotak penalti sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang terukur untuk menaklukkan Bizot.
PSG hampir memperlebar keunggulan pada menit ke-70. Nuno Mendes mencoba peruntungannya melalui tembakan jarak jauh, tetapi Bizot masih mampu melakukan penyelamatan.
Tiga menit berselang, Aston Villa mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan. Akselerasi Alysson dari sisi kanan diakhiri dengan umpan mendatar ke dalam kotak penalti.
Safonov sempat menepis bola tersebut sebelum bola muntah mengarah kepada George Hemmings. Namun, tembakan Hemmings dapat diblok Warren Zaire-Emery.
Aston Villa terus memberikan tekanan pada menit-menit akhir, termasuk melalui pemain pengganti Tammy Abraham. Namun, berbagai upaya tim asuhan Unai Emery belum mampu menghasilkan gol.
PSG akhirnya mempertahankan keunggulan 2-1 hingga peluit panjang. Kemenangan tersebut membuat skuad Luis Enrique kembali menyempurnakan statusnya sebagai juara Eropa dengan mengamankan trofi Piala Super Eropa setelah menjadi juara Liga Champions 2025/26.
Paris Saint-Germain sukses mempertahankan gelar Piala Super Eropa. Pasukan Luis Enrique kini membidik gelar Liga Champions ketiga buat klub.
Kemenangan diraih PSG dalam laga Piala Super Eropa 2026, Kamis (13/8) dini hari WIB. Les Parisiens mengalahkan Aston Villa 2-1 di Red Bull Arena Salzburg, Austria.
Gol-gol kemenangan PSG dicetak Khvicha Kvaratskhelia dan Desire Doue. Aston Villa hanya bisa membalas melalui gol Brian Madjo.
Ini menjadi gelar Piala Super Eropa kedua yang dimenangkan PSG. Wakil Prancis itu pertama kali merasakan titel pada 2025 alias tahun lalu.
Pelatih PSG Luis Enrique mengapresiasi perjuangan para pemainnya dalam meraih titel Piala Super Eropa. Menurutnya PSG sudah bertransformasi jadi raksasa Eropa dalam 2 tahun terakhir.
Bukan apa-apa, PSG sukses meraih 2 titel Liga Champions dan Piala Super Eropa secara beruntun sejak 2025. Enrique kini menargetkan titel tertinggi Eropa ketiga musim ini.
“Saya tahu betapa sulitnya membawa pulang trofi, terutama di klub yang memiliki ambisi besar. Tiga tahun lalu semua orang mengatakan tim saya terlalu muda, dan kami telah membuktikan sebaliknya,” kata Enrique usai laga PSG vs Aston Villa, dilansir dari laman UEFA.
“Kami perlu memperbaiki beberapa hal; kami tahu apa kelemahan kami, tetapi saya sangat senang memiliki kesempatan ini untuk melatih tim dengan mentalitas yang begitu baik,” dia menambahkan,
“Mentalitas kami sekarang adalah mencoba memenangkan Liga Champions ketiga berturut-turut. Kami harus ambisius dan percaya bahwa kami bisa melakukannya. Ini akan sangat sulit – kami tidak ingin berpuas diri, tetapi itu pasti tujuan kami,” ujarnya. ant/dtc
