MARTAPURA – Polres Banjar, Kalimantan Selatan, mematangkan rekayasa lalu lintas menjelang kegiatan berdekatan dengan kegiatan 5 Rajab 1448 Hijriah Guru Sekumpul melalui evaluasi jalur rawan kepadatan, perluasan pembatasan kendaraan berat, dan penyiapan jalur evakuasi untuk keselamatan jemaah.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat internal bersama Tim Induk Sekumpul di Aula Polres Banjar, Martapura, dengan fokus pada pengaturan mobilitas jemaah saat kedatangan maupun kepulangan.

Kapolres Banjar AKBP Boni Ariefianto di Martapura, Kabupaten Banjar, Kamis, mengatakan, evaluasi pola pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan sekaligus memastikan akses pertolongan darurat dapat digunakan ketika dibutuhkan selama kegiatan berlangsung.

“Yang kita bahas terkait kesiapan kegiatan, terutama pengaturan dan rekayasa arus lalu lintas untuk mempersiapkan kedatangan dan kepulangan jamaah. Kemudian, kita juga memetakan jalur evakuasi dan jalur VIP agar memudahkan jemaah yang membutuhkan pertolongan dalam situasi mendesak,” ujarnya.

Boni menjelaskan hasil pembahasan bersama Tim Induk Sekumpul akan menjadi bahan koordinasi lanjutan dengan Polda Kalimantan Selatan, termasuk kemungkinan penerapan Operasi Sekumpul Intan seperti pada pelaksanaan 2025.

Salah satu evaluasi yang dibahas ialah perluasan pembatasan kendaraan berat yang sebelumnya direncanakan mulai wilayah Kabupaten Tapin, kini dipertimbangkan untuk dimajukan hingga Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi potensi kepadatan kendaraan di jalur menuju kawasan Sekumpul, terutama saat arus jamaah meningkat menjelang dan setelah kegiatan.

“Berkaca dari pelaksanaan tahun sebelumnya, Polres Banjar akan mengevaluasi sejumlah titik yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih, terutama pada zona terluar dan jalur yang berpotensi menjadi titik penumpukan kendaraan,” kata Boni.

Selain pembatasan kendaraan berat, Polres Banjar juga mengevaluasi pengaturan arus keluar dan pemecahan arus di kawasan Kilometer 17 yang menjadi salah satu akses penting pergerakan jamaah.

Menurut Boni, pengaturan di kawasan tersebut perlu diperhitungkan secara cermat karena ketidakefektifan pengendalian arus berpotensi memicu antrean kendaraan di sekitar bundaran Kilometer 17 dan jalur utama menuju Sekumpul.

Meski demikian, seluruh skema rekayasa lalu lintas masih akan dibahas bersama Polda Kalsel dan pemangku kepentingan terkait sebelum ditetapkan sebagai pola pengamanan resmi, sehingga jamaah diharapkan dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman dan tertib. ant