BANJARMASIN – Hujan yang mengguyur Kota Banjarmasin pada Senin kemarin membawa harapan membaiknya kualitas udara di tengah persoalan kabut asap dan pencemaran udara. Kondisi tersebut diharapkan menjadi angin segar bagi dunia pendidikan, khususnya bagi siswa yang selama sekitar dua bulan terakhir menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Meski begitu, turunnya hujan belum menjadi dasar untuk mengembalikan kegiatan belajar mengajar ke sekolah. Pemerintah masih perlu melihat perkembangan kualitas udara melalui hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebelum menentukan kemungkinan penerapan kembali pembelajaran tatap muka (PTM).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama menjelaskan, ISPU menjadi salah satu indikator penting dalam menilai tingkat pencemaran udara dan potensi dampaknya terhadap kesehatan.
“Apabila kualitas udara masih berada pada kategori yang berisiko bagi kesehatan, terutama anak-anak, pembelajaran tatap muka perlu dipertimbangkan secara hati-hati. Sebaliknya, jika kondisi udara membaik dan memenuhi pertimbangan kesehatan, peluang siswa kembali belajar di sekolah dapat dikaji lebih lanjut,” kata Ryan, di sela penilaian lomba sekolah sehat di Banjarmasin, Selasa (27/10).
Pihaknya berharap hasil pemantauan indeks pencemaran udara menunjukkan perbaikan sehingga pembelajaran tatap muka di sekolah bisa kembali dilaksanakan,” ujarnya
Diakuinya, Disdik memahami keluhan orangtua selama pelaksanaan PJJ yang menimbulkan sejumlah kendala, baik dalam proses belajar siswa maupun dalam pendampingan yang harus dilakukan orangtua.
“Kami memahami keluhan orangtua terkait PJJ. Bagaimanapun juga, pembelajaran jarak jauh memiliki kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya,” ungkapnya.
Karena itu, perbaikan kualitas udara menjadi salah satu hal yang dinantikan agar kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan normal. Namun, keputusan penerapan PTM tetap harus mempertimbangkan hasil pemantauan ISPU, potensi dampak pencemaran terhadap kesehatan siswa, serta kebijakan pemerintah daerah.
Ia berharap, hujan yang turun di Banjarmasin diharapkan membantu memperbaiki kondisi lingkungan. Selain itu,hasil pemantauan kualitas udara akan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan langkah pendidikan yang tepat, agar siswa dapat kembali belajar secara langsung tanpa mengabaikan faktor kesehatan dan keselamatan. via
