BANJARMASIN – Wakil Gubernur (Wabub) Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman didampingi istri, Ketua BKOW Kalsel drg Ellyana Tresya Hasnuriyadi menyaksikan akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada Jambore KMITRA 2026 oleh Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Minggu (15/10).

Akad massal KUR diikuti sekitar 600 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan total dana Rp28,950 miliar dari sejumlah debitur yakni BNI, BRI, Mandiri dan Bank Kalsel.

Wagub Kalsel, Hasnuryadi atas nama pemerintah provinsi (Pemprov) dan masyarakat menyampaikan apresiasi atas dukungan dan motivasi yang diberikan sehingga terselenggaranya akad massal KUR di Kalsel.

Diharapkan dukungan dan fasilitasi terhadap pelaku usaha di Banua ini dilakukan secara berkesinambungan, karena sangat diperlukan masyarakat.

Berkaca dari pengalamannya dan keluarga sebagai pelaku usaha, diingatkan bahwa hal penting yang diperhatikan pelaku usaha selain modal adalah akses pasar, bagaimana membangun jaringan kerja (network). “Saya yakin KUMITRA ini jawabannya,” sebut Wagub.

Sementara itu, Wamen UMKM, Helvi dalam keterangan di hadapan wartawan mengatakan, kegiatan ini merupakan program pihaknya untuk memberikan layanan kepada UMKM sehingga bisa berkembang lebih maju dan besar.

Dalam hal ini, diharapkan penyerapan dana KUR di Kalsel tahun ini sekitar Rp800 miliar, tahun depan bisa di atas Rp1 triliun

Wamen UMKM dihadapkan peserta mengingatkan para pelaku usaha agar mengingat empat hal dalam menjalankan usahanya yakni sikap loyalitas untuk memuaskan pelanggan, lalu integritas, disiplin dan berkelanjutan atau kontinuitas.

Hal lain yang disampaikan, kepada kalangan perbankan, diharapkan membantu pelaku usaha di Kalsel yang saat ini kesulitan karena terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) disertai asap yang sebagian mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat.

Disebutkan lagi, Provinsi Kalsel memiliki potensi usaha sangat besar dan pelaku usaha yang sangat banyak. Agar mereka bisa tumbuh, perlu difasilitasi mulai permodalan, akses pasar dan sebagainya.

Wamen juga menyebut, dalam waktu dekat akan diselenggarakan Festival UMKM yang memfasilitasi kerjasama dengan sejumlah perusahaan besar sehingga UMKM bisa naik kelas.

Turut hadir dalam kegiatan, Plt Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Reghi Perdana, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel, HM Syarifuddin, Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin, para sekda dari 13 kabupaten kota se Kalsel, dan pejabat lingkup dinas koperasi dan UMKM, serta unsurperbankan.

KUMITRA Jambore 2026 digelar pada tanggal 24-25 Oktober 2026 di kawasan Mahligai Pancasila Kompleks Rumah Dinas Gubernur di Banjarmasin, dengan rangkaian kegiatan berupa bazar dan pasar murah, sosialisasi debitur baru.

Selain itu, talkshow inspiratif dan export talk, desk business matching, dan booth layanan/fasilitas legalitas usaha (Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikasi Halal, SP-PIRT, HAKI/Merek, SNI Bina-UMK, layanan asuransi, akses permodalan dan bantuan hukum. sal/adpim/ani