PARINGIN – Sebanyak 186 siswa tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Bahasa Banjar yang digelar di SD Negeri Paringin 1, Kamis.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balangan tersebut, menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan penggunaan Bahasa Banjar di kalangan pelajar sekaligus menumbuhkan minat terhadap literasi bahasa daerah.
Kepala Disdikbud Balangan Abiji menyampaikan, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan berbahasa daerah, tetapi juga sarana menanamkan kebanggaan terhadap bahasa ibu sebagai bagian dari warisan budaya.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman berkompetisi, tetapi juga belajar percaya diri, menghargai budaya sendiri, dan menghormati keberagaman budaya Indonesia,” ucap Abiji.
Ia mengatakan, pengenalan bahasa daerah sejak usia sekolah memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan anak. Selain meningkatkan kemampuan akademik, pembelajaran bahasa daerah juga diharapkan dapat membentuk karakter dan memperkuat kecintaan generasi muda terhadap kebudayaan lokal.
Dalam festival tersebut, peserta dari jenjang SD dan SMP mengikuti lima cabang perlombaan, yakni menulis cerpen, bercerita, komedi tunggal, pidato, dan membaca puisi.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Balangan Aidinnor mengapresiasi, pelaksanaan FTBI yang memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengenal dan melestarikan Bahasa Banjar.
Aidinnor juga menyampaikan, keberlangsungan bahasa daerah membutuhkan perhatian bersama, terutama di tengah perkembangan zaman yang dapat memengaruhi kebiasaan generasi muda dalam menggunakan bahasa ibu.
“Ada bahasa daerah yang tergerus zaman dan terancam punah. Karena itu, kami mengapresiasi FTBI sebagai salah satu upaya pelestarian bahasa daerah,” katanya.
Ia juga mengajak, para pelajar di Balangan agar tidak merasa malu menggunakan Bahasa Banjar dalam kehidupan sehari-hari sehingga bahasa daerah tetap terjaga dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.{[an/mb03]}
