MARTAPURA – Bupati Banjar H Saidi Mansyur mengunjungi enam orang relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengalami sesak napas, Jumat (16/10) malam.
Bahkan, beberapa relawan yang berjibaku memadamkan karhutla di Desa Bincau Kecamatan Martapura itu sempat pingsan. Keenam relawan tersebut mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ratu Zalecha Martapura, Jumat (16/10) malam.
Dalam kunjungan tersebut, Saidi Mansyur didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wasis Nugraha, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Agus Siswanto, serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Banjar Faisal.
Pada kesempatan itu, Bupati Saidi menyampaikan apresiasi kepada para relawan dan petugas yang telah berjuang memadamkan api.
Ia menilai keterlibatan mereka sangat berarti dalam upaya melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman karhutla.
Namun, Saidi juga mengingatkan para petugas agar tidak mengabaikan keselamatan diri ketika menjalankan tugas di lapangan, dan harus melengkapi diri dengan APD.
“Semangat dan kepedulian para relawan patut kita apresiasi. Namun, keselamatan diri juga harus menjadi perhatian utama. Jangan memaksakan diri apabila kondisi fisik sudah tidak memungkinkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pemadaman karhutla harus memperhatikan kondisi fisik petugas, paparan asap, serta berbagai risiko yang dapat mengganggu kesehatan. Apabila mengalami kelelahan atau gangguan pernapasan, petugas diharapkan segera menghentikan aktivitas dan mendapatkan pertolongan medis.
Menurutnya, keselamatan petugas dan relawan merupakan bagian penting dalam penanganan karhutla. Upaya memadamkan api harus berjalan, seiring dengan perlindungan terhadap orang-orang yang berada di garis depan.
“Kita berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi. Namun, komitmen pemerintah daerah ketika terjadi hal seperti ini, khususnya dalam penanganan kesehatan, tentu akan digratiskan, karena kesehatan juga merupakan hal yang penting bagi mereka,” ucapnya.
Adapun enam relawan yang mengalami gangguan pernapasan tersebut, terdiri atas lima relawan Bumi Selamat Rescue (BUSER 690), yakni Hasanudin, M Hasan, M Rizky, Aditya, dan Yosi Rahman, serta Aulia Rizky dari BPBD Kabupaten Banjar. ril/dio/yos
