BANJARMASIN- Sejumlah masyarakat di Kalimantan Selatan saat ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dan telah disampaikan dalam pembahasan bersama, termasuk terkait kebocoran pada sambungan pipa yang saat ini masih dalam proses perbaikan.
Ketua Komisi III DPRD Kalse,lApt. Mustaqimah, S.Farm., M.Si. mengatakan sebagai langkah jangka pendek, dilakukan koordinasi antara PPD Banjar Bakula dan PTAM Intan Banjar untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Dalam kolaborasi tersebut, PPD Banjar Bakula akan menyiapkan panel, sedangkan PTAM Intan Banjar akan menyediakan pompa.
Melalui kerja sama ini, diharapkan distribusi air bersih yang sempat mengalami pengurangan dapat segera kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi seperti sediakala.
Kepala Dinas PUPR Kalsel,Ir. M. Yasin Toyib, ST., MT. mengatakan Pipa transmisi yang digunakan saat ini merupakan pipa jenis Glassfiber Reinforced Plastic (GRP) yang sudah berusia lama dan dinilai rentan.
Selain itu, pabrikan pipa tersebut sudah tidak lagi tersedia di Indonesia, sehingga diperlukan penggantian menggunakan pipa High Density Polyethylene (HDPE) yang dinilai lebih tahan terhadap tekanan air.
Sementara itu, pemerintah provinsi berperan membantu proses pembebasan lahan untuk mendukung rencana pembangunan ADM 2.
Saat ini, prosesnya masih dalam tahap penilaian atau appraisal terhadap tanah yang masuk dalam rencana pembangunan tersebut.
Sebelum pembebasan lahan dilaksanakan, pihak terkait akan terlebih dahulu mengajukan legal opinion atau pendapat hukum kepada kejaksaan.
Langkah ini diperlukan untuk memastikan status dan legalitas setiap bidang tanah, termasuk membedakan lahan berstatus kawasan hutan dengan tanah milik masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin, Sandi Erryanto menjelaskan proyek Bendungan Riam Kiwa saat ini masih berproses di tingkat pusat, termasuk koordinasi dengan Bappenas terkait skema pendanaan melalui pinjaman luar negeri dari China.
“Kita tunggu saja, mohon doa dari teman-teman semua. Namun, kita tetap berproses dan tidak diam. Saya, meskipun orang baru, tetap berupaya mengusulkan berbagai hal agar program-program yang dibutuhkan masyarakat bisa segera terealisasi,” ujarnya di Banjarmasin,Rabu (14/10) sore.
Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu mengenai Perbaikan dan penggantian pipa pada bagian intake di kawasan Cimelang, Kecamatan Tenggara, Kabupaten Banjar, telah mencapai sekitar 70 persen.
Pipa sudah tersambung dan sebagian mulai berfungsi secara dinamis.“Insyaallah, dalam waktu dekat, Jumat ini akan dilakukan pejoran pada sambungan pipa untuk memperkuat struktur bangunan. Mudah-mudahan setelah itu, kondisi aliran air bisa kembali normal,” katanya.
Proses penyelesaian perbaikan tersebut diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu pekan.
Meski demikian, distribusi air ke sejumlah wilayah kemungkinan masih belum optimal, terutama daerah dengan elevasi atau ketinggian yang cukup tinggi.
Hal ini disebabkan tekanan air yang belum sepenuhnya pulih sehingga aliran belum mampu menjangkau seluruh wilayah pelayanan.
Sebagai langkah jangka pendek, pihak terkait juga akan mengoptimalkan intake terowongan. Rencananya, akan dilakukan penambahan atau perbaikan dua buah terowongan melalui kolaborasi dengan PTAM Banjar.
Namun, langkah tersebut akan dilakukan setelah proses penggantian dan perbaikan pipa selesai, sehingga upaya pemulihan distribusi air dapat berjalan lebih optimal.rds
