JAKARTA – Pantauan harga pa­ngan, termasuk harga beras, me­lalui Pusat Informasi Harga Pa­ngan Strategis (PIHPS) Na­si­o­nal, menunjukkan kenaikan sig­ni­fikan. Kenaikan ini terlihat saat di­bandingkan dengan harga akhir pe­kan lalu.

Beras kualitas super tipe I se­be­lumnya dijual di harga Rp 18.200 per kilogram (kg), tetapi ki­ni naik ke Rp 19.200 per kg. La­lu, kualitas super tipe II naik da­ri Rp 17.550 ke Rp 18.250 per kg.

Selain itu, untuk beras kua­li­tas medium, tipe I tadinya dijual de­ng­an harga Rp 16.850, lalu na­ik ke Rp 17.850 per kg. Se­men­ta­ra tipe II tadinya diberi harga Rp 16.900 per kg, tetapi ke­mu­di­an kini naik ke Rp 17.250 per kg.

Lalu, beras kualitas bawah ti­pe I pekan lalu diberi harga Rp 15.750 per kg, yang kini naik men­jadi Rp 16.500 per kg. Se­men­tara itu, tipe II naik dari Rp 15.550 per kg ke Rp 15.950 per kg.

Sebelumnya, Menteri Dalam Ne­geri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) segera meng­in­ter­­vensi kenaikan harga pangan di wilayah masing-masing. Ko­mo­ditas yang menjadi perhatian an­tara lain beras, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

Tito mengungkapkan, harga be­ras mengalami kenaikan di 127 ka­bupaten/kota. Sementara itu, har­ga telur ayam ras naik di 106 dae­rah dan daging ayam ras me­ng­alami kenaikan di 194 daerah.

“Tapi yang perlu kita was­pa­dai adalah berasya, 127 (ka­bu­­paten/kota),” kata Tito dalam Ra­pat Koordinasi Pengendalian In­flasi Tahun 2026 di Kantor Pu­sat Kementerian Dalam Negeri (Ke­mendagri), Jakarta.

Selain ketiga komoditas ter­se­but, kenaikan harga juga terjadi pa­da cabai merah di 314 daerah dan cabai rawit di 268 daerah.

Tito meminta pemda, te­ru­ta­ma di daerah yang mengalami ke­na­ikan harga tinggi, segera ber­koordinasi dengan Badan Pa­ng­an Nasional (Bapanas), Perum Bu­log, dan pelaku usaha untuk me­nentukan komoditas yang per­lu distabilkan.

“Jadi untuk kita semua, dae­rah terutama yang tinggi-tinggi, se­gera untuk koordinasi dengan Ba­dan Pangan, kemudian de­ng­an Bulog, dengan para pe­ng­u­sa­ha, sektor makanan apa yang per­lu distabilisasi,” ujarnya.

Ia juga meminta dukungan Men­teri Pertanian yang me­ra­ng­kap Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, serta Perum Bu­log untuk melakukan in­ter­ven­si harga di kabupaten/kota yang mengalami kenaikan.

Salah satu langkah yang di­do­rong adalah operasi pasar un­tuk membantu menstabilkan har­ga pangan di daerah. “Untuk me­lakukan operasi pasar, in­ter­ven­si dngan yang lain di titik-ti­tik kabupaten kota yang terjadi ke­naikan,” ucap Tito. lp6/mb06