BANJARMASIN – Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Kalimantan Selatan bersama lima perwakilan Barisan Relawan Pemadam Kebakaran (Balakar) Kota Banjarmasin turun langsung untuk mendengarkan kondisi relawan yang selama ini terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan itu bertujuan menyerap aspirasi para relawan, mulai dari kondisi di lapangan, kendala yang dihadapi hingga harapan terhadap dukungan pemerintah agar tugas kemanusiaan yang mereka jalankan mendapat perhatian lebih.

Ketua LKKS Kalsel, Hj Dewi Damayanti Said menyampaikan, relawan pemadam kebakaran memiliki peran penting dalam membantu penanggulangan kebakaran, termasuk karhutla. Karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan agar mereka dapat menjalankan tugas dengan lebih optimal.

Dalam kegiatan terebut, bantuan awal diberikan dalam bentuk uang tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi atau bahan makanan para relawan.

Namun, dukungan yang dibutuhkan tidak terbatas pada bantuan dana. Para relawan juga memerlukan berbagai perlengkapan operasonal, seperti mesin pemadam, bahan makanan dan sembako untuk menunjang kegiatan mereka di lapangan.

“LKKS Kalsel berharap bantuan awal ini dapat menjadi pemantik bagi para donatur dan pihak lain yang ingin berpartisipasi membantu para relawan,” harap Dewi di Rumah Makan Pondok Alam di Banjarmasin, Selasa (13/10) sore.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kebutuhan relawan dapat lebih terakomodasi sehingga mereka bisa terus menjalankan tugas kemanusiaan dalam membantu masyarakat dan menangglangi kebakaran hutan serta lahan.

Selain bantuan dari masyarakat dan donatur, perhatian pemerintah juga diharapkan terus meningkat, mengingat para relawan merupakan mitra penting dalam upaya penanggulangan bencana.

Sementara itu, Wakil Ketua LKKS Kalsel, Hesly Junianto, menegaskan bahwa status relawan bukan berarti mereka harus menanggung seluruh kebutuhan operasional secara mandiri.

Ia meminta pemerintah termasuk anggota DPRD di tingkat kota maupun provinsi, memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan tugas para relawan. “Relawan bukan berarti rela segalanya. Mereka juga perlu dibantu,” tegasnya.

Hesly mengungkapkan, selama sekitar empat bulan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sejumlah peralatan pemadam milik relaan mengalami kerusakan.

Di sisi lain, mereka tetap menerima permintaan bantuan pemadaman dari masyarakat, meski terkendala ketersedaan bahan bakar minyak (BBM) dan peralatan.

Karena itu, ia berharap pemerintah dapat memperkuat dukungan, baik dari sisi anggaran maupun sarana operasional agar relawan dapat menjalankan tugas secara optimal.

Dukungan tersebut dinilai pentingmengingat relawan pemadam kebakaran menjadi salah satu unsur yang membantu penanganan kebakaran di tengah masyarakat, termasuk saat trjadi karhutla di Kalimantan Selatan. rds/ani

Ketua LKKS Kalsel,Hj Dewi Damayanti Said dan Wakil Ketua LKKS Kalsel, esly Juniant saat bersama 5 perwakilan Barisan Relawan Pemadam Kebakaran (Balakar) Kota Banjarmasin.rds