MARTAPURA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut di Jalan Gubernur Syarkawi Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar semakin parah, Selasa (13/10).

Jarak pandang di jalan menuju arah Kalimantan Tengah ini pada pagi atau sore hari hanya sekitar 10 meter, akibat tebalnya kabut asap.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar bersama tim gabungan dari TNI/Polri dan relawan Buser 690, melakukan upaya pemadaman di lokasi kebakaran.

Petugas mengerahkan peralatan pemadam dan selang air, untuk menjangkau titik-titik api di tengah vegetasi yang terdampak.

Petugas BPBD Kabupaten Banjar Hendra mengatakan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama akibat lebatnya vegetasi kering, kepulan asap, dan angin yang bertiup kencang dengan arah yang dapat berubah sewaktu-waktu.

“Petugas perlu berhati-hati dalam melakukan pemadaman untuk mengendalikan api, karena area yang terbakar memiliki vegetasi cukup lebat. Selain itu, angin bertiup kencang dan arahnya dapat berubah sewaktu-waktu,” ujarnya, Sabtu (10/10).

Kabut asap yang terbawa angin berpotensi mengganggu jarak pandang pengguna jalan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Pengendara yang melintas di sekitar lokasi kebakaran diminta mengurangi kecepatan, menyalakan lampu kendaraan sesuai kondisi, menjaga jarak aman, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Masyarakat juga diimbau tidak berhenti sembarangan di sekitar lokasi kebakaran, maupun mendekati area terdampak. Jika kondisi jalan dinilai tidak aman untuk dilalui, pengendara disarankan mencari jalur alternatif.

BPBD Kabupaten Banjar turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat kondisi vegetasi kering dan angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api.

Warga juga diminta segera melaporkan, apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. ril/dio