BANJARMASIN – Komisi II DPRD Provinsi Kalsel menggelar rapat pembahasan terkait rancangan anggaran tahun 2027 bersama mitra kerja, di antaranya dinas pariwisata dan biro administrasi pembangunan, Selasa (6/10).
Berdasarkan hasil pembahasan, ada penurunan anggaran yang cukup signifikan, khususnya pada dinas pariwisata, yakni di kisaran Rp 2,255 miliar, sementara sebelumnya berada di sekitar Rp 15,6 miliar.
Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi mengatakan, kondisi ini akan berdampak terhadap berbagai program, khususnya yang berkaitan dengan sektor pariwisata dan perekonomian.
“Kita memahami anggaran yang dikeluarkan pemerintah pada sektor ini, diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah Kalimantan Selatan,” ujarnya
Menurutnya, dengan keterbatasan anggaran yang ada, tentu banyak program yang tidak dapat dilaksanakan secara optimal. Meski begitu, pihaknya tetap optimistis dan akan terus menjalankan fungsi sebagai mitra kerja pemerintah.
“Yang terpenting bagaimana menentukan program yang benar-benar prioritas dan harus didahulukan, sehingga pelayanan publik tetap berjalan dan program-program jangka panjang yang sudah direncanakan tetap dapat terakomodasi,” katanya.
Kemudian terkait kawasan Nol Kilometer, lanjut dia, kawasan tersebut sudah diserahterimakan dari dinas yang menangani perumahan dan pertanahan, sementara bangunan dan infrastrukturnya berkaitan dengan PUPR.
“Namun yang menjadi perhatian adalah penyerahan itu belum sepenuhnya didukung anggaran yang memadai. Ketika kawasan itu nantinya dibuka dan dimanfaatkan secara layak, tentu harus ada dukungan program dan pembiayaan agar potensi investasi serta kegiatan ekonomi di kawasan tersebut dapat berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan, jangan sampai infrastruktur sudah tersedia, masyarakat sudah mulai datang, tetapi program pendukung dan fasilitas yang seharusnya ada justru belum siap. Karena itu, perlu ada perencanaan yang lebih matang dan dukungan anggaran yang memadai.
“Kalau nantinya program ini dikembangkan menjadi lebih luas, apalagi ketika masyarakat sudah mulai datang dan seluruh prasarana pendukung sudah memadai, ini bisa menjadi salah satu kawasan yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah,” pungkasnya. rds/yos
