BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melaunching Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun 2026.

Peluncuran Gebyar Panutan PKB Tahun 2026 yang dirangkai pengundian pemenang Kompetisi Pembayaran Pajak dan Retribusi Daerah berbasis QRIS, di gelar di Aula Gawi Sabarataan Pemkot Banjarbaru, Senin (5/10).

Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby secara resmi membuka jalannya acara, dan menegaskan pembayaran pajak kendaraan bermotor bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan juga wujud kontribusi nyata masyarakat terhadap keberlangsungan pembangunan daerah.

“Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor ini merupakan bentuk sinergi antara Pemprov Kalsel dan Pemko Banjarbaru. Selain menjadi wadah membangun kesadaran bersama, kegiatan ini adalah bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah menjalankan kewajibannya dengan baik,” katanya.

Lisa juga mengimbau warga untuk memanfaatkan program insentif dan keringanan pajak yang berlangsung mulai 14 Agustus hingga 30 November 2026.

Fasilitas tersebut mencakup pembebasan denda pokok PKB, pembebasan denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) tahun-tahun sebelumnya, hingga kemudahan proses mutasi kendaraan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi Kalsel Subhan Nor Yaumil mengatakan, pengundian apresiasi kali ini ditujukan bagi warga Kalsel yang taat membayar pajak selama tiga tahun berturut-turut, tanpa tunggakan maupun keterlambatan dalam periode pembayaran Desember 2025 hingga November 2026.

Subhan menyatakan, tingkat kepatuhan pajak masyarakat Kalsel saat ini menunjukan trend positif, hingga berhasil menempati posisi ke-6 secara nasional dalam realisasi pembayaran PKB. Khusus untuk Kota Banjarbaru, realisasi opsen PKB dan opsen BBNKB telah menembus angka Rp58 miliar per 3 Oktober 2026.

“Aparatur sipil negara (ASN) harus menjadi contoh konkret dalam kepatuhan pajak. Kami mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan momentum ini, terutama dengan adanya insentif yang sedang berjalan,” ujarnya.

Sementara, Deputi Kepala Divisi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel Rony Ferdiansyah mengapresiasi Pemko Banjarbaru yang telah menjadi pilot project percepatan digitalisasi sejak Juni lalu.

Pemanfaatan transaksi digital melalui QRIS, dinilai mampu membangun ekosistem pembayaran yang lebih cepat, aman, transparan, dan akuntabel.

Rangkaian acara di tutup dengan pengundian pemenang QRIS periode September 2026, serta penyerahan berbagai hadiah menarik bagi para wajib pajak yang taat. ril/dio/yos