JAKARTA – PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) melalui LippoLand akan memacu pro­perti di segmen harga Rp1 miliar hingga di bawah Rp2 miliar sebagai salah satu pasar ya­ng memiliki potensi besar. Apalagi sebut dia, backlog kepemilikan properti mencapai 9 juta keluarga.

CEO LippoLand David Ian Santosa me­ngatakan perusahaan melihat rentang harga ter­sebut sebagai salah satu segmen yang per­lu diperhatikan dalam pengembangan pro­duk hunian.

Menurutnya, banyaknya pengembang yang masuk ke pasar tersebut membuat per­saingan tidak hanya terjadi dari sisi harga, te­tapi juga desain, kualitas, dan pembiayaan. “Di market Rp1 miliar sampai di bawah Rp2 miliar, hampir semua pengembang ber­main. Karena itu, kami harus kreatif dan me­nggunakan kembali seluruh pengalaman 39 tahun kami dalam menyediakan hunian,” ujar David dalam keterangan tertulis, Sabtu

Menurut David, pengembangan pro­duk di segmen tersebut perlu mem­per­tim­bangkan harga serta pilihan pembiayaan ya­ng tersedia bagi konsumen. Faktor ter­se­but dinilai menjadi bagian dari per­tim­bangan pengembang dalam menentukan pro­duk yang akan ditawarkan di pasar. David me­­ng­­atakan backlog kepemilikan ru­mah yang mencapai sekitar 9 juta keluarga menunjukkan besarnya kebutuhan pe­ru­mahan nasional.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan ter­sebut membutuhkan keterlibatan pe­ng­embang, erbankan, pemerintah, dan pihak la­in dalam ekosistem perumahan. “Angka back­log sekitar 9 juta keluarga me­nun­jukkan bahwa kebutuhan perumahan di In­do­nesia masih sangat besar. Kami men­ya­dari bahwa LippoLand tidak mungkin men­jawab kebutuhan tersebut sendirian,” kata David.

CMO LippoLand Jopy Rusli me­ng­a­ta­kan perubhan pertimbangan konsumen men­jadi salah satu dasar dalam pe­ng­em­bangan produk tersebut.

Menurutnya, konsumen kini tidak han­ya mempertimbangkan luas dan lokasi ke­tika memilih rumah, tetapi juga fungsi ruang da­lam menunjang aktivitas sehari-hari. “Ru­mah saat ini tidak lagi hanya dinilai dari luas atau lokasinya. Konsumen semkin mem­­pertimbangkan bagaimana sebuah ru­mah mendukung kehidupan sehari-hari,” ka­ta Jopy. bisn/mb06