BANJARMASIN – Akibat kemarau dan intrusi air laut, PT Air Minum (PAM) Bandarmasih (Perseroda) mencatat pasokan air saat ini masih mengalami kekurangan sekitar 30–33 persen dari total kebutuhan masyarakat.

Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi mengatakan, kondisi tersebut berpotensi membuat distribusi air tidak mampu menjangkau sejumlah wilayah di ujung jaringan, baik di bagian barat, timur, selatan maupun utara Kota Banjarmasin.

“Karena kita kekurangan sekitar 33 persen dari total kebutuhan penduduk Kota Banjarmasin, ada potensi banyak wilayah yang tidak mengalir dan tidak sampai ke ujung-ujung wilayah,” ujarnya, Selasa (29/9).

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PAM menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek. Salah satunya dengan mendistribusikan air tawar siap minum kepada masyarakat.

Selain itu, sekitar 35 tangki air telah didistribusikan ke sejumlah wilayah yang berada di ujung jaringan. Penempatan tangki dilakukan untuk memastikan warga tetap mendapatkan akses air ketika tekanan jaringan tidak mampu menjangkau permukiman.

Perseroda juga menyediakan enam titik pengambilan air siap minum yang dapat dimanfaatkan warga. Titik tersebut berada di halaman IPA 1, IPA 2, IPA 3, serta beberapa lokasi lainnya.

“Kami juga sedang menjajaki warga yang bersedia menjadi titik tempat pengambilan air. Jadi, kalau ada warga yang aliran airnya masih lancar, kami siap membayar air dari keran tersebut untuk diberikan kepada tetangga kiri dan kanan,” katanya.

Di sisi lain, kondisi sumber air baku masih menjadi persoalan utama. Air baku yang digunakan saat ini berasal dari kawasan Sungai Tabuk dan sumber irigasi, sementara kadar garam di sungai masih cukup tinggi.

Catatan terakhir menunjukkan kadar garam berada pada kisaran 3.000 hingga 7.000 miligram per liter. Hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir juga belum memberikan pengaruh signifikan terhadap debit sungai maupun kadar garam.

“Beberapa hari terakhir memang ada hujan, tetapi belum mempengaruhi level debit sungai dan belum menurunkan kadar garam. Biasanya kalau debit sungai naik, air tawar dari hulu bisa mendorong air rawa sehingga kadar garam turun,” jelasnya.

Pihaknya berharap musim kemarau tidak berlangsung panjang. Hujan di kawasan hulu diharapkan dapat meningkatkan debit sungai sekaligus menurunkan kadar garam, sehingga pasokan air kepada masyarakat kembali normal.

Dalam penanganan kondisi tersebut, jajaran Perseroda juga mendapat perhatian dan pengarahan dari Pemerintah Kota Banjarmasin serta kepolisian. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam menghadapi krisis air selama musim kemarau.

“Kami berterima kasih kepada Pak Wali Kota dan Pak Kapolres atas perhatian terhadap persoalan air di Kota Banjarmasin. Beliau memberikan pengarahan dan petunjuk mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan agar kondisi seperti ini tidak kembali terjadi pada masa mendatang,” ujarnya. via