JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan Biaya Penye­le­ng­ga­ra­an Ibadah Haji (BPIH) 2027 berpotensi me­ng­a­la­mi kenaikan dibandingkan tahun se­be­lum­nya. Kenaikan biaya terutama dipengaruhi me­ni­ngkatnya biaya penerbangan, termasuk har­ga avtur.

Irfan mengatakan pemerintah ma­sih membahas besaran BPIH 2027 bersama Panitia Kerja (Pan­ja) DPR. Pemerintah juga akan melaporkan perkembangan pem­ba­hasan tersebut kepada Presiden Pra­bowo Subianto dalam rapat ter­batas di Kompleks Istana Kep­re­sidenan, Jakarta, Senin.

“Kami akan melaporkan tentang perkembangan pem­ba­has­an BPIH, Biaya Pen­ye­le­ngga­raan Ibadah Haji,” kata Irfan sebelum menghadiri ratas ber­sa­ma Presiden Prabowo.

Selain BPIH, Irfan meng­a­ta­kan dirinya akan meminta arahan Presiden terkait pem­baha­san revisi Undang-Undang Pe­ngelolaan Keuangan Haji yang sa­at ini tengah diproses di DPR.

Menurut dia, pembahasan me­ngenai biaya haji dengan Panja DPR telah berlangsung hampir satu bulan. Namun, pemerintah belum menetapkan angka usulan BPIH untuk penyelenggaraan haji tahun depan. “Ini yag akan kita laporkan. Mungkin nanti kita me­ngharapkan arahan beliau. Kita sudah, Panja DPR dengan kita sudah hampir satu bulan mem­bicarakan,” ujarnya.

Irfan mengatakan pemerintah ma­sih berupaya mencari formula agar kenaikan biaya pen­ye­leng­gar­aan tidak terlalu mem­be­bani je­maah. Hal itu menjadi salah satu hal yang akan dimintakan arahan Presiden dalam ratas.

“Kalau biaya pen­ye­leng­garaan, biaya totalnya insyaallah pasti naik, karena dari segi avtur pun sudah luar biasa ke­na­i­kan­nya. Tapi kita akan berusaha men­cari, makanya saya tadi min­ta arahan Presiden bagaimana kita bi­sa tidak terlalu memberatkan ke­pada jemaah,” kata Irfan.

Kendati demikian, dia belum ber­sedia mengungkapkan angka BPIH yang tengah diusulkan pe­me­rintah. Menurut Irfan, pem­ba­hasan nominal tersebut masih berlangsung bersama DPR. “Enggak nanti lah, nanti kita sam­paikan. Kita sedang diskusi terus dengan DPR tentang ini ang­kanya,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai per­sentase kenaikan, Irfan juga be­lum memberikan estimasi. Dia men­jelaskan kondisi geopolitik Timur Tengah yang berkem­bang belakangan ini turut men­jadi pertimbangan pemerintah da­lam menghitung biaya pen­ye­lenggaraan haji.

“Minta turun karena ke­ma­rin belum ada situasi geo­po­litik Timur Tengah yang luar biasa ini. Makanya saya lapor kepada beliau tentang perkembangan terakhir,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Irfan mengakui trdapat kemung­kin­an biaya haji 2027 mengalami ke­naikan. “Kemungkinan [bia­ya] naik bisa [terjadi],” tandas Irfan. bisn/mb06